Beranda Daerah Dugaan Penyelewengan DD di Pekon Pandan Sari Pendamping Sebut ‘itu Hanya Salah...

Dugaan Penyelewengan DD di Pekon Pandan Sari Pendamping Sebut ‘itu Hanya Salah Judul

722
BERBAGI

Pringsewu, (radarnews.id)-Camat Sukoharjo Rudito belum mau memberikan tanggapan
terkait dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020 di Pekon Pandan Sari Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu yang di lakukan Kepala Pekon (Kakon) Eko Paryoto.

Rudito beralasan dirinya belum mengetahui pokok persoalan tersebut karena dirinya baru saja di lantik. “Maaf saya belum bisa ngasih tanggapan karena saya belum tau persoalan nya apalagi saya baru di lantik kemaren SK nya saja belum saya ambil,”ujarnya, Kamis (11-02-2021) saat di temui di kantor camat setempat.

Sementara Fitra salah satu oknum pendamping teknis dari Kecamatan Sukoharjo mengatakan bahwa kegiatan yang diduga kegiatan fiktif menurutnya hanya ‘salah judul’.

“Ya untuk kegiatan pemeliharaan taman itu sebenarnya kalau menurut saya itu hanya miskomunikasi permasalahan judul saja,”ujarnya.

Menurutnya kegiatan yang di duga fiktif seperti kegiatan Pembangunan/rehabilitasi/pemeliharaan/taman bermain/ taman bermain anak milik desa senilai Rp.65.439.100 sudah di cek dan sudah di laksanakan. “Terkait kegiatan pembangunan taman bermain taman sebenarnya itu kawasan wisata. itu sebenarnya satu judul.karena untuk kedepannya tempat itu memang akan di gunakan untuk tempat bermain anak,”ujarnya.
Selain itu fitra juga menjelaskan bahwa yang di maksud dengan kegiatan pemeliharaan Taman bermain anak senilai Rp.51.480.000 menurut nya itu kegiatan lebih kepada pembangunan.
“Nah kalau soal pemeliharaan taman bermain anak sebenarnya itu lebih kepada pembangunan.setelah kami cocokkan dengan siskeudes dan RAB ternyata itu pembangunan perataan tanah pembelian pohon itulah item nya dan itu sudah di laksanakan,”tambahnya

Sebelumnya Realisasi anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2020 di Pekon Pandan Sari Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu diduga di korupsi. Pasalnya beberapa kegiatan yang menggunakan anggaran DD Tahun 2020 di duga fiktif. Dalam Website resmi milik kementrian Desa tercantum beberapa nama kegiatan yang tidak ada realisasinya.
Saat di konfirmasi Kepala Pekon Pandan Sari Eko Paryoto membenarkan bahwa kegiatan tersebut tidak di laksanakan. “Bukan tempat bermain anak sebenarnya pembuatan alun alun tetapi untuk pemikiran kedepan nanti bisa untuk tempat bermain anak anak,”jelasnya, Selasa (08-02-2021).

Di singgung biaya pembuatan alun alun dirinya mengaku tidak mengetahui persis karena adanya pandemi Covid-19. “Kita harus itung itungan lagi karena covid kemaren banyak yang kita kurangi,”tambahnya.

Dirinya juga mengaku bingung karena di datangi beberapa awak media menanyakan adanya anggaran pemelharaan taman bermain anak yang bernilai fantastis.

“Nah pemeliharaan itu yang saya bingung wong di bangun aja belum kok udah ada pemeliharaan,”ujarnya.

Bahkan dirinya mengaku tidak pernah mencantumkan jenis kegiatan yang ada di website tersebut.

Sementara Darmi salah satu warga mengaku tidak mengetahui bahwa ada pembangunan tempat bermain anak di desanya. “Nek taman bermain gak ada di sini nyatanya kami yang punya anak aja gak pernah di kasih tau ada tempat bermain anak kalau ada kan pasti pada dengar,”ujarnya.

(imron).