Metro, Lampung ( Radarnews.id)-Ketua literasi Metro Silviana Maharani, ajak Warganya untuk
aksen sebagai kota literasi di propinsi Lampung, sebab saat ini Negara Kita masuk sebagai Negara yang tertinggal pada program tersebut yang berada pada urutan ke 59 dari enam puluh Negara di Dunia.
Hal itu dikatakan Ketua literasi Metro Silviana Naharani saat acara pertemuan dengan semua Organisasi perangkat Daerah yang dipimpin Sekda Metro di OR Setda kota itu Kamis pagi, (13/1/2022).
Menurut Silviana bahwa Indonesia terutama di Metro masih sangat kurang terkait perilaku literasi, terutama membaca buku buku yang bisa menambah wawasan serta kwalitas pendidikan yang berguna untuk kehidupan.
Sementara Sekretaris Daerah kota Metro Bangkit Haryo Utomo, mendukung program yang ingin menjadikan Metro sebagai kota literasi di propinsi Lampung. Sehingga aksen yang diinginkan Ketua literasi Metro harus didukung oleh seluruh unsur yang ada.
Kepala Dinas pendidikan kota Metro, Suwandi mengatakan saat rapat digelar mengaku Pihaknya siap mendorong gerakan literasi di kota pendidikan Metro ini.
Menurutnya terkait gerakan literasi yang mana minat baca di Metro memang masih kurang. Namun demikian Pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan minat baca Masyarakat, karena dinas pendidikan merupakan leding sektor yang harus mampu menggerakkan minat baca Masyarakat selama ini Metro telah memiliki Dinas perpustakaan daerah sebagai tempat dan sarana bagi Masyarakat dalam rangka pembelajaran untuk meningkatkan kwalitas hidup.
Sebab gerakan literasi di Masyarakat itu sebenarnya bukan hanya membaca, akan tetapi masih banyak yang lainnya, seperti peran Orang tua di rumah masing masing. Menurutnya literasi di dalam Keluarga saja sangat kurang.
Sebab selama ini Orang tua lupa akan tanggung jawabnya sebagai Penanggung jawab terkait perilaku Anak Anak dirumah. Oleh karenanya, sangat tepat jika Metro perlu aksen untuk menggerakkan aksen kepada Warganya sebagai kota literasi di Lampung.
Oleh karenanya, Dia ingin juga melibatkan Dunia pendidikan, terutama Perguruan tinggi. Sebab pendidikan tinggi perlu menjadi Mitra bagi Pemerintah. Oleh karenanya, Pemerintah wajib memberikan peran kepada seluruh komunitas membaca, salah satunya memberikan keteladanan literasi dilingkungan Masyarakat.
Namun yang pasti menurutnya, semua membutuhkan biaya, oleh sebab itu, Dirinya meminta pada semua tingkatan Pengurus harus mampu mempersiapkan anggaran yang dibutuhkan, termasuk peran Media juga harus bisa di manfaatkan semaksimal mungkin.
(Krisna).



