Beranda Daerah Ketua Tim investigasi Lapor ke Kejari Terkait Ganti Rugi Bendungan Marga Tiga...

Ketua Tim investigasi Lapor ke Kejari Terkait Ganti Rugi Bendungan Marga Tiga ada dugaan fiktip

963
BERBAGI
Poto : Laporan diterima Kejari

Lampung timur, (radarnews.id)-Ketua Tim investigasi Markas Cabang Laskar Merah Putih  (LMP) Kabupaten Lampung Timur menyampaikan laporan’ kepada Kejaksaan Negeri Sukadana ( Kejari ) Tentang persoalan Ganti Rugi Tanam Tumbuh yang terdampak Bendungan yang ada di Kecamatan Marga Tiga, kuat disinyalir ada indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme atau (KKN) .

Laporan di Terima langsung dari pihak kejari lampung timur Rahmad di ruangan kerja nya rabu (18/5/2022), laporan berdasarkan dari hasil Tim Investigasi LMP Macab Lamtim, Saudara Mahmur (43 Tahun) dan rekan rekannya, yang dikawal oleh Ketua Brigade Laskar Merah Putih Abu Hasan beserta anggota, didampingi oleh pengacaranya Adi Surya SH.

Terkait ganti rugi tanam tumbuh salah satu lahan milik atas nama (LIS MAIMUNAH) warga desa Tri Mulyo Kecamatan Sekampung,diduga kuat fiktif dengan sertifikat : 699/garing, 2017 tanggal 12 /07/ 2017 Dengan luas lahan 1695 meter persegi ,NiB 639 ,Nis 00145 L.Yang terletak di desa Jadi Mulyo, kecamatan sekampung,Lampung Timur.

Laporan tersebut di benarkan Oleh Ketua Macab Laskar Merah Putih Amir Faisol SH di Kantornya pada Hari Rabu, (18/5/2022).

Dengan No laporan :

18/ Macab/LMPLTM / 2022 prihal Laporan Dugaan Tindak Pidana Korupsi, pada Penanaman Ganti Rugi Bendungan Marga Tiga yang berlokasi di Desa Jadimulyo Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Data yang di kutip dari dokumentasi Balai besar way Sekampung, propinsi lampung.

Berikut yang di ganti rugi berupa lahan, tanam tumbuh,serta bangunan,

Pertama 1 Unit Bangunan Non permanen.

Kedua – Pohon karet sedang 255 batang.

Ketiga – pohon jambe kecil sebanyak 3500 batang.

Ke 4- pohon vanili kecil 4500 Batang
Ke 5 -.pohon gaharu kecil 4000 batang
Terahir – pohon aren kecil 6000 Batang.

itu jumlah keseluruhan yang di ganti rugi oleh pihak Pemerintah Sehingga mendapatkan ganti rugi global kurang lebih 2,4 milyar.

Sementara nampak jelas pada dokomentasi dari balai besar way mesuji sekampung, pada lahan seluas 1695 Meter persegi hanya terlihat di lokasi ada 1 Unit bangunan gubuk Non permanen di tambah 255 batang pohon karet.

jika mengacu pada dokomentasi atau hasil ivistigasi yang ada di lokasi / Lismaimunah semestinya hanya mendapat ganti rugi kurang lebih 200 juta rupiah,berarti selebihnya sejumlah 2,2 milyar rupiah ini merupakan tanam tumbuh yang diduga fiktip jelas Amir.

Ganti Rugi terdampak Bendungan marga tiga dari Balai Besar Sungai Musi way sekampung tersebut yang tidak sedikit nilai nya, sehingga potensi merugikan uang negara kisaran Rp 2,2 Milyar rupiah dan dana terbut sudah masuk ke rekening Lismaimunah jelas. Amir.

Selain itu dirinya sangat Menyayangkan kok ini bisa terjadi Adanya dugaan fiktip pada tanam tumbuh berarti ada juga dugaan Persekongkolan jahat sehingga merugikan uang negara yang tidak sedikit nilainya, padahal ini sudah melibatkan tim suvei baik itu dari BPN, dan Satuan tugas dari beberapa dinas terkait juga ada tim apresial atau Kantor Jasa Penilai Publik atau (KJPP) dan itupun Sudah mempunyai fungsi dan SOP masing masing.

Ketua Macab LMP Lamtim Amir faisol,dirinya ” Meminta kepada pihak aparat penegak hukum yaitu Kejaksaan Negeri Sukadana Lampung timur, untuk menindak lanjuti oknum oknum yang Terkait dengan ganti rugi tanam tumbuh yang terdampak bendungan marga tiga diduga kuat fiktif sehingga berpotensi merugikan uang negara.

Perlu di ketahui, Padahal pemerintah pusat meminjam uang dari negara lain, untuk membangun bendungan bertujuan untuk meningkatkan di bidang pertanian.

Fungsi dari Bendungan Margatiga termasuk kategori multipurpose, jadi nanti ada fungsi irigasi, air baku, dan pengendali banjir,” kata Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jumat (17/9/2021) Tahun kemaren.

Terkait laporan masih ada yang lain yang diduga fiktif ini masih dalam proses pengumpulan data dan insallah dalam waktu dekat akan menyusul laporannya Tutup Amir.

(Tim).