Tegal, (radarnews.d) – Jembatan jalur penghubung antar desa yang terletak di Desa Kabukan Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal rusak parah. Hal ini dikeluhkan oleh warga setempat dan pengguna jalan yang melintas. Jembatan tersebut merupakan akses jalan yang dilalui masyarakat dari berbagai desa untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Terlihat besi jembatan nampak semrawut mencuat kepermukaan jalan dan beresiko membahayakan bagi pengguna jalan.
Menurut Seul warga sekitar lokasi menyampaikan kepada awak media jembatan belum lama dibangun namun kenapa cepat ambrol lagi, seharusnya jembatan baru lebih bagus lagi kualitasnya dari jembatan yang lama. Kepada dinas terkait kami mengharapkan bisa memperbaikinya, sehingga manakala sudah diperbaiki masyarakat pengguna jalan akan merasa tenang dan nyaman.
“Belum setahun pembangunan perbaikan jembatan sudah ambrol lagi, padahal saya lihat jembatan yang lama masih kuat dan belum terlalu rusak, ini malah semenjak dibangun jembatan baru bukan semakin bagus malah semakin rusak parah,” ujarnya. Minggu (3/12/2023).
Lanjut dikatakan Seul, kami warga masyarakat berharap kepada dinas terkait untuk turun kelapangan dan lihat kondisi jembatan di desa kabukan yang sudah rusak parah dan perlu adanya perbaikan. Masyarakat menginginkan jembatan diperbaiki kembali sehingga masyarakat serta pengguna jalan ketika melintasi area jalan tersebut merasa nyaman. Karena akibat rusaknya jembatan yang merupakan akses penghubung antar desa ini aktifitas masyarakat jadi terhambat apalagi sempat ada juga pengguna jalan yang sampai terjatuh disekitar lokasi.
Sementara Kepala Desa Kabukan Adji Suroso ketika di konfirmasi awak media membenarkan terkait keluhan warga tentang rusaknya jembatan yang ada di desa kabukan
“Benar, jembatan yang berada di desa kabukan saat ini rusak parah. Jembatan tersebut merupakan jalur penghubung antar desa sekaligus akses jalan alternatif yang setiap harinya dilalui masyarakat dari berbagai desa untuk melakukan aktifitas setiap harinya, baik aktifitas berangkat kerja, kesekolah, maupun ke sawah. Saya sebagai kades juga sering kedatangan warga yang mengadu dan mengeluhkan persoalan ini dan mereka mengharapkan pihak desa untuk memperbaikinya, akan tetapi itu bukan kewenangan desa melainkan yang berwenang untuk memperbaikinya dari dinas terkait yakni PSDA,” tutur Adji.
Kami pemerintah desa berharap kepada dinas terkait agar jembatan yang rusak di desa kabukan bisa segera diperbaiki supaya nantinya masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas merasa aman nyaman dan aktifitas warga kembali normal. Sebab jika belum ada perbaikan, desa yang selalu jadi sasaran keluhan warga.
Sampai saat ini banyak pengendara sepeda, motor mobil rela putar arah lebih jauh karena sulitnya akses jalan yang akan dilalui akibat rusaknya jembatan dan belum ada perbaikan. Karena kondisi jembatan semakin rusak warga sekitar lokasi berinisiatif menutup jembatan yang berlubang dengan menggunakan batangan kayu supaya bisa dilewati masyarakat baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor,” pungkasnya.
(Rn).



