Beranda Bencana Alam Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau, Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Selatan Perkuat...

Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau, Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Selatan Perkuat Mitigasi hingga Desa

62
BERBAGI

LAMSEL, Kalianda – RADARNEWS.ID

Menghadapi dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat desa.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemantauan, koordinasi, hingga kesiapan evakuasi berjalan cepat apabila terjadi perubahan kondisi.

Penguatan mitigasi tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela ke Desa Maja, Kecamatan Kalianda, Minggu (6/9/2026). Desa Maja merupakan salah satu Desa Tangguh Bencana (Destana) yang disiapkan sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan masyarakat di tingkat paling dekat dengan wilayah terdampak.

Dalam kunjungan itu, Jihan meninjau langsung kesiapan desa, termasuk titik kumpul dan persiapan evakuasi. Peninjauan tersebut turut didampingi Wakil TP PKK Lampung Selatan Rheny Apriyani, beserta sejumlah Kepala Perangkat daerah terkait.

Jihan mengatakan, situasi saat ini membutuhkan kewaspadaan dan pemantauan secara berkelanjutan. Karena itu, seluruh unsur pemerintah, termasuk perangkat daerah dan BPBD kabupaten/kota, diminta tetap berada dalam mode siaga selama perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau.

“Dari kami dalam mode siaga dan kewaspadaan. Artinya semua harus bisa waspada, sekarang 24 jam memantau perkembangan terkini, termasuk perangkat daerah terkait dan BPBD di kabupaten/kota,” ujar Jihan.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan di tingkat provinsi maupun kabupaten. Koordinasi harus berlangsung hingga ke desa agar setiap perkembangan dapat segera diketahui dan direspons sesuai kondisi di lapangan.

“Semoga semua perkembangan dipantau dengan baik dan ada koordinasi yang aktif dan baik dari pemerintah provinsi dan kabupaten sampai dengan ke desa untuk patroli 24 jam, tentunya menyesuaikan kondisi,” katanya.

Di sisi lain, Jihan menyampaikan bahwa berdasarkan informasi BMKG dan pusat pemantauan Gunung Anak Krakatau, aktivitas erupsi saat ini telah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi kewaspadaan pemerintah terhadap kemungkinan perubahan aktivitas gunung api.

Kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan apabila terjadi peningkatan intensitas erupsi. Pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, di antaranya melalui penyediaan masker serta oksigen konsentrator bagi puskesmas.

Masyarakat pun diimbau tetap tenang, namun tidak mengabaikan potensi risiko. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar rumah perlu dilakukan sebagai langkah perlindungan, terutama saat lingkungan terdampak abu vulkanik.

Langkah antisipasi juga diterapkan pada sektor pendidikan. Jihan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran daring bagi siswa SD, SMP, dan SMA sebagai bagian dari penyesuaian kegiatan belajar terhadap perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.

Dengan penguatan kesiapsiagaan hingga tingkat desa, pemerintah berharap masyarakat memiliki kesiapan yang lebih baik apabila terjadi perubahan situasi.

Warga juga diminta tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari mitigasi bersama agar kewaspadaan tetap terjaga tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

(Red).