Beranda Nasional Sutan Riska Akan Bangun Monumen Pemekaran di Koto Baru

Sutan Riska Akan Bangun Monumen Pemekaran di Koto Baru

117
BERBAGI

DHARMASRAYA, (Radarnews.id) -Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menjadi Inspektur Upacara dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Dharmasraya ke 16. Upacara yang dipusatkan di lapangan Matador, Senin (6/1). Upacara yang diikuti oleh aparatur sipil negara, kepolisian, TNI, organisasi kemasyarakatan, masyarakat biasa, pelajar dan lain lain memenuhi lapangan tersebut.

Dideretan undangan tampak Wakil Bupati, H. Amrizal Dt. Rajo Medan, Ketua DPRD Pariyanto, SH, Forkopimda, Keta PN dan PA, Sekretaris Daerah, Wakil wakil Ketua DPRD bersama anggota, para pejabat eselon II dan III, para ketua organisasi wanita, para camat dan walinagari serta tokoh tokoh masyarakat.

Saat memberi sambutan, Bupati Sutan Riska mengatakan, di Nagari Koto Baru akan dibangun tugu pemekaran sebagai tanda pernah dilakukannya rangkaian perjuangan pemekaran Kabupaten Dharmasraya
“Insyaalah di lapangan upacara ini akan kita buat monumen berupa tugu pemekaran untuk mengenang perjuangan kita memekarkan daerah,” kata bupati termuda di Indonesia ini.

Katanya, dalam usia ke 16 tahun, Dharmasraya sudah mulai menampakkan diri menjadi kabupaten yang disegani di Sumbar. Dari sisi pemerintahan, Dharmasraya sudah menjadi kabupaten terbaik dalam penyusunan LKPD semenjak tahun 2017. Secara nasional Kabupaten Dharmasraya berada pada urutan 37 dari ratusan kabupaten di Indonesia.

Kemudian di bidang keuangan, Kabupaten Dharmasraya sejak 2015 telah memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP). WTP merupakan predikat yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan, atas prestasi kabupaten dalam mengelola keuangan daerah menurut standar akuntansi negara. Ini berarti pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Dharmasraya sudah sangat baik.

Pembangunan infrastruktur juga sudah demikian pesat. Menurut Bupati Sutan Riska, kawasan kawasan yang selama ini belum terbuka dan belum terhubungkan, sudah dibangunkan jalan dan jembatan sehingga antara kawasan satu dan kawasan lainnya saling berhubungan. Demikian juga dengan jalan jalan yang sudah ada telah dimuluskan dan diluaskan.

Di bidang pendidikan, Bupati dan Wakil Bupati bersama DPRD telah menempatkan sektor pendidikan sebagai sektor yang paling banyak memperoleh alokasi pembiayaan. Ini berarti sektor pendidikan memperoleh perhatian yang sangat besar. “SDM akan terus kita siapkan sampai benar benar dapat memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya,” kata Sutan Riska.

Dibagian akhir sambutannya, Sutan Riska mengajak seluruh lapisan masyarakat agar terus memberikan dukungannya bagi kelanjutan pembangunan di Kabupaten Dharmasraya. Kabupaten itu masih membutuhkan biaya besar, masih membutuhkan sentuhan yang progresif sehingga bisa maju pesat. “Mari bersatu padu untuk melanjutkan pembangunan,” ujar Sutan Riska.

Upacara Hari Jadi Perdana Di Koto Baru, Dibanjiri Massa

Kesuksesan membangun kecintaan pada daerah semakin terbukti kala upacara Hari Jadi Kabupaten Dharmasraya ke 16 diaksanakan di Lapangan Matador, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru. Sejak pagi sudah dipadati manusia. Mereka berseragam, ada seragam pelajar, ada aparatur, ada juga yang memakai batik biasa. Meski panitia sudah berupaya mengalihkan lokasi upacara ke tempat yang lebih luas, namun tak dapat membendung kecintaan warga Dharmasraya untuk ikut serta merayakan peringatan hari jadi kabupaten ke 16.

“Ini wujud kecintaan kita pada daerah. Bupati dengan visi mandiri dan berbudaya, tampaknya cukup sukses membuat warganya punya jati diri, punya identitas kedharmasrayaan dan juga berhasil membangun partisipasi masyarakat,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya, Pariyanto, SH. Menurut Kader PDI P itu, dirinya benar benar telah merasakan perubahan positif daerah ini.

Membludagnya peserta upacara tak pelak membuat jajaran kepolisian, perhubungan dan Satpol PP harus bekerja keras. Mereka mengatur lalulintas yang tidak ringan. Antrean kendaraan roda empat dan roda dua membentot perhatian para petugas. Berkat kesigapan meraka tampaknya dapat menghindarkan dari kemacetan fatal. Para petugas benar benar mampu menguasai keadaan sehingga lalulintas lancar.

Panitia juga tak kalah sigap. Mereka menyediakan sarapan pagi gratis berupa sate ayam dan teh telur. Para peserta bisa minta diracikkan sate. “Lumayanlah, bisa mengganjak perut sampai siang” kata Kabag Tapem dan Otda, Setda Kabupaten Dharmasraya, Asril, AP., M.Si. Mereka memuji kesiapan Walinagari Z. Lubis dan Camat Koto Baru H. Berlian.

Saking padatnya lapangan, sebagian tamu undangan bahkan para wali nagari rela berdiri di luar lapangan. Ada walinagari, ada pejabat, ada staf dan ada juga masyarakat. Mereka tetap menyimak jalannya upacara, meski dari pinggir lapangan. Apa boleh buat, kondisi yang menyebabkannya. (gus).