Beranda Budaya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Amrizal Dt Rajo Medan Berikan Kado Manis...

Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Amrizal Dt Rajo Medan Berikan Kado Manis di HUT Dharmasraya ke 16.

126
BERBAGI

DHARMASRAYA, (Radar News) -Kecintaan terhadap daerahnya telah dibuktikan oleh duet Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Wakil Bupati H. Amrizal Dt Rajo Medan melalui perubahan dan kemajuan yang signifikan di kabupaten Dharmasraya. Berbagai upaya terus dilakukan oleh duo Pemimpin Muda Dharmasraya itu untuk membuktikan kepada publik bahwa di ujung Sumatra Barat terdapat kabupaten muda yang memiliki andil besar dalam mewujudkan kesejahteraan warganya.

Memasuki usia yang ke 16 tahun,
perubahan signifikan semakin tampak dalam 4 tahun terakhir. terhitung sejak 2016 hingga 2019 ini, sudah Triliunan dana pusat yang masuk ke kas daerah. Bahkan telah sukses di dialokasikan ke pelosok nagari yang ada di Kabupaten Dharmasraya.

Dalam 4 tahun ini, berbagai upaya telah dilakukan disetiap bidang yang jadi prioritas, baik pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya. Bahkan Dharmasraya telah dikunjungi langsung oleh Presiden Joko Widodo serta beberapa kabinet kerjanya untuk melihat langsung kondisi dan perkembangan Dharmasraya selama dijabat Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Bupati Sutan Riska mengatakan, dalam usia ke 16 tahun, Dharmasraya sudah mulai menampakkan diri menjadi kabupaten yang disegani di Sumbar. Dari sisi pemerintahan, Dharmasraya sudah menjadi kabupaten terbaik dalam penyusunan LKPD semenjak tahun 2017. Secara nasional Kabupaten Dharmasraya berada pada urutan 37 dari ratusan kabupaten di Indonesia.

Kemudian di bidang keuangan, Kabupaten Dharmasraya sejak 2015 telah memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP). WTP merupakan predikat yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan, atas prestasi kabupaten dalam mengelola keuangan daerah menurut standar akuntansi negara. Ini berarti pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Dharmasraya sudah sangat baik.

Pembangunan infrastruktur juga sudah demikian pesat. Menurut Bupati Sutan Riska, kawasan kawasan yang selama ini belum terbuka dan belum terhubungkan, sudah dibangunkan jalan dan jembatan sehingga antara kawasan satu dan kawasan lainnya saling berhubungan. Demikian juga dengan jalan jalan yang sudah ada telah dimuluskan dan diluaskan.

Di bidang pendidikan, Bupati dan Wakil Bupati bersama DPRD telah menempatkan sektor pendidikan sebagai sektor yang paling banyak memperoleh alokasi pembiayaan. Ini berarti sektor pendidikan memperoleh perhatian yang sangat besar. “SDM akan terus kita siapkan sampai benar benar dapat memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya,” kata Sutan Riska.

Festival Pamalayu Jadi Ikon dan Meningkatkan Ekonomi Warga.

Upaya mengembangkan pariwisata dan dan kebudayaan yang ada di Dharmasraya terus dilakukan. Salah satunya, wisara Dharmasraya semakin dikenal di nusantara setelah sukses melaksanakan pesta rakyat terbesar dan terpanjang dalam sejarah Dharmasraya yakni Festival Pamalayu di komplek Candi yang ada di Nagari Siguntur, dimulai di Candi Pulau Sawah hingga puncaknya di Candi Padang Roco yang berhasil dikunjungi Puluhan hingga ratusan ribu warga Dharmasraya, bahkan dari kabupaten dan provinsi tetangga.

Adanya serangkaian panjang dari Festival Pamalayu tentunya menumbuhkan perekoniman bagi ara pelaku UKM di Dharmasraya.
Perputaran uang mencapai miliaran rupiah, baik dari hasil penjualan makanan ringan hingga belanja pakaian berlogo pamalayu menjadi bukti bahwa festival ini meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sejak dimulai pada Agustus 2019 hingga 8 Januari 2020 ini, rangkaian pesta rakyat memberikan kesan mendalam bagi warga Dharmasraya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kebun karet tiba tiba dipenuhi lampu hias. Itulah sebabnya komplek candi Padang Roco selama sepekan disulap menjadi panggung teater.

Dalam rangka mengekspresikan bahwa Kabupaten Dharmasraya adalah kabupaten yang besar, punya sejarah besar, berbudaya luhur dan memiliki semangat kebersamaan meskipun penuh warna di dalamnya. Hal unik dan penuh kreatifitas ini terlihat saat malam puncak Festival Pamalayu di komplek Candi Padang Roco Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Dharmasraya pada Senin (6/1) malam.

Tengok saja acara acara yang disajikan dalam teater sepekan itu, seperti penampilan kesenian Sunda, penampilan kesenian Jawa dan penampilan kesenian Minangkabau. Ini untuk memperlihatkan betapa Kabupaten Dharmasraya memiliki beragam budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Perpaduan budaya ini memberikan nuansa kekayaan yang dapat mempererat persaudaraan dan ukhuwah sesama.

Menurut Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, sungguh indah kehidupan di Dharmasraya. Masyarakatnya multi etnis, sejarahnya panjang, kaya dengan peninggalan budaya. “Kita ingin menunjukkan hal itu kepada generasi milenial. Kita akan mewarisi semangatnya,” kata bupati termuda Indonesia saat memberi sambutan pada malam resepsi HJK, Senin (6/1/) malam, di komplek Candi Padang Roco.

Di malam puncak Festival Pamalayu itu sendiri, ditampilkan beraneka macam penampilan kesenian. Diawali dengan unjuk kebolehan dari group kesenian Suwarnadwipa dari Provinsi Jambi. Penampilan ini menunjukkan bahwa Kabupaten Dharmasraya memiliki hubungan erat dengan dunsanak dari Provinsi Jambi. Mereka mengirimkan tim kesenian untuk tampil di Dharmasraya.

Setelah itu tampil tari kolosal dari Langgam bekerjasama dengan Pemkab Dharmasraya. Tari kolosal ini merefleksikan ekspedisi Pamalayu yang dilakukan oleh Kerajaan Singhasari ke Kerajaan Swarnabhumi di Dharmasraya. Tari kolosal ini mendapat respon luar biasa dari penonton yang berjubel di sekitar pentas raksasa. Para tukang foto amatiran tak henti hentinya mengabadikan, baik dalam bentuk foto maupun dalam bentuk video.

“Kedepannya kami harapkan kegiatan ini terus berlanjut, karena selain meningkatkan ekonomi masyarakat, juga memberi hiburan gratis bagi masyarakat Dharmasraya,” ujar Malik (46) salah satu pengunjung asal Kabupaten Tanjabtim Provinsi Jambi kepada radarnews.id saat menyaksikan Karnaval Pamalayu pada Rabu (8/1).

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, yang ikut menyaksikan malam puncak pamalayu di kompleks Candi padang Eoco, tak henti hentinya memuji kebesaran Kabupaten Dharmasraya. Menurut Wagub, Dharmasraya tidak saja punya sejarah besar, tetapi juga punya pemerintahan yang baik, maju dan berhasil. “Apalagi semenjak Sutan Riska memimpin pemerintahan di daerah ini. Kami amati dari provinsi sangat sukses,” kata Nasrul Abit.

Usai sambutan wagub, pentas teater sepekan itu kembali dihoyak oleh Sound Of Borobudur. Kelompok musik ini bukan saja didukung personil legendaris seperti Trie Utami, Poerwa Tjaraka dan Dewa Budjana, tetapi grup musik itu sengaja menampilkan alat alat musik yang diterjemahkan dari relief yang terpahat di Candi Borobudur. “Ini yang pertama kami tampilkan di muka umum,” kata Poerwa Tjaraka, produser Sound Of Borobudur. (gus).