Beranda Daerah Dinginnya “Tekong” Politik, Para Bacalon Masih Menunggu “Tiket” Di Pelabuhan.

Dinginnya “Tekong” Politik, Para Bacalon Masih Menunggu “Tiket” Di Pelabuhan.

298
BERBAGI

SIJUNJUNG, (RadarNews) -Waktu pemilihan kepala daerah (Pilkada) hanya tinggal hitungan bulan kedepan, kontestasi politik tersebut untuk menentukan arah pembangunan Kabupaten Sijunjung selama lima tahun kedepan. Meskipun sejumlah nama sempat mengapung untuk bakal calon dan sempat menjadi perbincangan yang hangat ditengah masyarakat, namun pasang surut arus politik sangat rentan terjadi.

Meskipun beberapa tahapan saat ini telah dilaksanakan oleh penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) dalam menyambut Pilkada Sijunjung. Selain itu sejumlah partai politik juga telah membuka pendaftaran bakal calon yang akan diusung untuk maju sebagai bupati dan wakil bupati Sijunjung.

Kini, para kandidat tersebut masih menunggu “tiket” di pelabuhan menanti kepastian kapal (partai politik) mana yang akan ditumpangi untuk berlayar di Pilkada Sijunjung.

Pasalnya, hingga kini belum ada pasangan bakal calon yang berani menyatakan diri secara langsung bahwa sudah mengantongi tiket untuk “berlayar” dengan partai tertentu. Namun yang menyatakan kesiapan diri secara pribadi sudah banyak.

Apakah menunggu dan mengamati pergerakan bakal calon masing-masing merupakan bagian dari strategi? entahlah. Atau malah “badampuang” jika membuat pergerakan yang agresif dan takut “dijegal” nantinya ditengah perjalanan. Bahkan ada juga yang menilai bahwa sekarang masih terlalu dini untuk bergerak secara terbuka, seolah ada poros politik yang harus diimbangi pergerakannya.

Hal itu terlihat dari sekian banyak nama bakal calon yang digadangkan akan maju, belum satupun yang menyampaikan visi-misi maupun ide, apalagi inovasi yang akan disajikan untuk Sijunjung kedepan. Namun hanya dengan bahasa-bahasa sederhana yaitu, akan membangun Sijunjung kearah yang lebih baik. Sehingga menjadikan “dinginnya tekong” kontestan politik.

Disisi lain, hal itu bisa juga disebabkan oleh sengitnya persaingan partai politik ditingkat pusat saat ini. Karena tiket partai politik terletak di tangan Dewan Pembina Pusat (DPP) partai masing-masing. Meskipun pengurus partai ditingkat kabupaten memberi rekomendasi dan menggalang perekrutan, namun keputusan dari DPP juga merujuk kepada hasil survei yang dilakukan oleh internal partai yang umumnya akan dilaksanakan pada Februari mendatang. Tentu saja hasil survei harus dikejar, siapa yang memiliki elektabilitas paling tinggi akan lebih dilirik oleh partai politik.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPD Gerindra Sumbar, Andre Rosiade. Menurutnya, berdasarkan hasil survei yang akan digelar nanti akan terlihat aspirasi dan keinginan masyarakat Kabupaten Sijunjung untuk bakal calon bupati dan wakil bupati kedepan seperti apa. “DPD Gerindra Sumbar akan mengadakan survei pada Februari mendatang. Dari sana akan terlihat maunya masyarakat untuk calon kepala daerah itu seperti apa. Dan yang jelas Gerindra akan berpihak kepada aspirasi masyarakat,” tutur Ketua DPD Sumbar, Andre Rosiade yang juga Anggota DPR RI Komisi VI.

“Setelah hasil survei kita dapatkan, nanti kita akan kirimkan dokumen tersebut kepada DPP untuk segera DPP putuskan, siapa yang akan diusung Gerindra di Pilkada nanti,” ungkap Andre Rosiade.

Selain itu, DPD II Partai Golkar Sijunjung juga mengatakan hal yang sama. Namun akan menampung seluruh pasangan bakal calon yang mendaftar, bahkan memiliki peluang yang sama. “Semuanya berpeluang. Kita tidak bisa memutuskan siapa yang akan diusung Golkar nanti, karena itu kewenangan DPP. Kita cuma menjaring dan merekomendasikan semua bakal calon tadi, kemudian DPP akan tetapkan. Survei internal partai juga akan dilakukan dan itu juga menjadi acuan,” kata Yusnidarti, pengurus Golkar Sijinjung yang juga mantan Ketua DPRD Sijunjung.

Sementara Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sijunjung, Alpian Kasir mengatakan, masih ada sejumlah proses yang harus dilalui untuk menjadi pasangan calon yang akan diusung PPP secara resmi, hingga mendaftar di KPU nanti. “Kita akan lihat nanti apa partai politik lain sebagai pengusungnya. Setelah itu pasangan calon akan kita ajukan ketingkat DPP, mana yang disetujui oleh DPP itulah yang akan kita usung,” papar Ketua DPC PPP Sijunjung beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada beberapa nama yang telah mengapung dan masuk kedalam bursa bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan maju di Pilkada Sijunjung 23 September mendatang diantaranya, Ashelfine, Benny Dwifa Yuswir, Sarikal, Iraddatilah, Syafrizal, Endre Syaifoel, Hendri Susanto, Rizki Abdian Putra, Arrival Boy, Indra Gunalan, Liswandi, Hasrul Piliang, Mendro Suarman, Rahmat Mustika dan Epi Radisman.

Dari sejumlah nama tersebut, ada diantaranya yang telah menentukan pasangan dan ada juga yang belum menemui kecocokan. Meski demikian dinamika politik akan terus bergulir, setiap manuver akan mempengaruhi peta politik hingga sampai waktunya nanti masyarakatlah yang akan menentukan siapa yang akan diberi amanah untuk memimpin Sijunjung lima tahun kedepan. (the)