Beranda Daerah Kebijakan Bupati dianggap Tak Pro Rakyat Pinggiran

Kebijakan Bupati dianggap Tak Pro Rakyat Pinggiran

151
BERBAGI

DHARMASRAYA, (RADARNEWS.ID) – Kebijakan pemerintah daerah yang dipimpin oleh pasangan Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Wakil Bupati, H.Amrizal Dt Rajo Medan dikeluhkan warga dan dianggap tidak pro rakyat pinggiran. Betapa tidak, disaat sebagian wilayah pinggiran kabupaten Dharmasraya masih membutuhkan dana untuk peningkatan atau pembangunan infrastruktur, pasangan bupati pilihan rakyat ini malah mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah untuk perjalanan dinas serta peningkatan SDM Asosiasi Pemuda Nagari (Aspena).

foto : Kondisi Jalan di Nagari Lubuk Besar Kecamatan Asam Jujuhan Kabupaten Dharmasraya. (Foto Facebook Mhd Sidik)

Anggaran bernilai ratusan juta rupiah tersebut ditompangkan di 52 nagari yang ada diwilayah pemerintahan Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan H.Amrizal Dt Rajo Medan (Suka- Aman).

Tahun 2020 ini, ditompangkan senilai Rp12,5 juta per nagari, tahun 2019 Rp10 juta per nagari dan 2018 Rp.7,5juta.

“Dana keseluruhan di 52 nagari, sebesar Rp650 juta. Dari jumlah anggaran tersebut, Rp 390 juta untuk perjalanan dinas dan peningkatan SDM,” ujar Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Dharmasraya, Hasto Kuncoro, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (15/3).

Lanjut Hasto Kuncoro, anggaran tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan oleh asosiasi di nagari. Dalam anggaran tersebut, ada dana untuk operasional, perjalanan dinas serta peningkatan SDM.

“Masing- masing nagari dijatah Rp. 7,5 juta untuk perjalanan dinas dan peningkatan SDM,” ungkap adik kandung Priyanto, mantan Kajati Sumbar 2019 ini.

Katanya, penggunaan anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan nagari atau organisasi serta asosiasi yang ada di nagari, seperti asosiasi pemuda nagari (Aspena).

Ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di kalangan pemuda supaya organisasi kepemudaan bisa bergerak untuk melakukan pembangunan-pembangunan di nagari.

“Hal ini juga bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pergerakan pemuda, agar pemuda juga ikut membangun Dharmasraya” terangnya.

Dijelaskannya, dengan anggaran yang telah disediakan disetiap nagari melalui dana APBD. Para organisasi kepemudaan dibenarkan untuk melakukan atau belajar pengetahuan ( Study Knowledge).

“Seperti biasa, Insyaallah organisasi kepemudaan ini bakal menambah wawasan, cuma belum tau kemana,” pungkasnya.

Sementara itu, Abeng warga Nagari Lubuk Besar Kecamatan Asam Jujuhan dalam komentar facebooknya mengeluhkan bahwa saat ini pihaknya membutuhkan kehadiran Bupati untuk melihat kondisi warganya yang ada di Asam Jujuhan.

“Janji ka kami di Asam Jujuhan alun lai. Sewaktu kampanye kecek apak tu kok tapiliah bisuak, ambo akan manjalang tigo bulan sakali. Kini lah hampir habis (masa jabatan) agak sakali jo haram,” ujar Abeng.

Katanya, saat ini kami sedang membutuhkan apak tu (Bupati). “Kini ko kami butuh bantuan bana dari apak tu ma. Kini ko kok darah aia mato masarakat, mungkin lah merah sadonyo tanah di nagari ambo mah pak. Sangking buruak nyo nasib kami ma pak. Tingga di kampuang raso di rantau kini ko ma pak,” tulisnya dengan logat minang.

Senada dengan Abeng, Niken yang juga mengaku warga nagari Lubuk Besar Kecamatan Asam Jujuhan menyebutkan bahwa ia membutuhkan bantuan tangan bupati.

“Hubungi se ambo pak, kami warga lubuk besar kecamatan Asam Jujuhan ko yo membutuhkan bana kini bantuan tangan bapak bupati ko ma pak,” pungkasnya

Terpisah Syam (36) mengeluhkan persoalan sinyal dan jalan yang belum juga di aspal di Kecamatan Asam Jujuhan. Bahkan ribuan warga setempat masih menumpang ke jalan provinsi Jambi, kalau ingin ke pusat Kabupaten Dharmasraya.

“Sinyal di Asam Jujuhan ini hilang sampai tiga hari. Dan jalan disini bisa dilihat sendiri pak, hancur. Apabila musim hujan, ya jalanan becek semua pak,” jelas Syam kepada RadarNews.id Minggu (15/3).

Katanya, warga Asam Jujuhan merasa ditinggalkan oleh pemerintah daerah. Kalau untuk organisasi dianggarkan, kenapa untuk jalan di Lubuk Besar ini tidak. Padahal ini kondisi kami, jika ingin ke pusat kabupaten masih numpang jalan provinsi Jambi.

“Bapak aja kesini (Asam Jujuhan _red) lewat Simpang Rantau Ikil Jambi. Kalau kami setiap hari pak,” sebutnya

Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang sudah dijanjikan kepada masyarakat Asam Jujuhan. Meskipun ada beberapa pembangunan yang telah dilakukan di Asam Jujuhan, namun untuk jalan dan sinyal ini sangat kami butuhkan.

“Dari dulu pinta kami jalan ini pak. Tapi itu yang belum ada buktinya sampai sekarang. Kalau sinyal, sudah ada tower tapi sering hilang sinyalnya,” pungkasnya. (Ard).