Beranda Banten GP3B TUDING PROYEK SMAN 1 BINUANG DIDUGA GUNAKAN BESI BANCI

GP3B TUDING PROYEK SMAN 1 BINUANG DIDUGA GUNAKAN BESI BANCI

485
BERBAGI

Serang Banten, (RADARNEWS.ID) -Program Pemerintah Provinsi Banten Cq Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru SMAN 1 BINUANG yang saat ini dalam tahap pengerjaan terpantau diduga dikerjakan tidak sesuai spek, hal ini jelas terlihat pada pelaksanaan pemasangan batu pondasi yang terpantau di dalam kondisi galian berair ( 15/04/2020).

Untuk pembesian juga di duga tidak sesuai spek, hasil pengukuran Devisi Investigasi LSM GP3B seperti terlihat pada gambar dengan alat ukur sigma, seharusnya besi yang digunakan berukuran full namun kenyataannya diduga tidak sesuai spek alias banci, hal ini mendapat kritikan tajam dari Lembaga Swadaya Masyarakat (Rabu, 15/04/2020).

DPP GP3B (Gerakan Pemuda Pemerhati Pembangunan) Banten melalui Kabid Investigasinya mengatakan “Masih saja ada kelakuan pelaksana proyek yang di duga demi meraup keuntungn lebih kurangi spek pekerjaan, Nah pekerjaan yang baru awal pekerjaan terpantau di duga dikerjakan asal asal begini, ukuran pembesian yang di pasang di duga dikurangi alias saya duga gunakan besi banci, kalau bukan asal lantas apa nama istilahnya? saya sinyalir pengawasannya lalai atau pihak terkait ada main mata ” ucap Wahyu.

Masih menurut wahyu., dirinya mengatakan “ GP3B memperhatikan,serap informasi sedari awal perlu saya sampaikan bahwa hasil pantauan rekan rekan kontrol untuk pemasangan pondasi terkesan asal asalan dengan kondisi galian pondasi kondisi keadaan berair tetap di pasang, untuk item pembesian kami temukan jarak (Spasi) antar cincin kolom berfariasi pembesian juga diduga tidak sesuai dengan spek dengan kata lain besi banci ”ujarnya

Dirinya menambahkan “Kinerja konsultan Pengawas patut dipertanyakan mengapa? sebab baik buruknya mutu kwalitas serta sesuainya kwantitas tertumpu pada pengawasannya, jika pengawasan dilakukan secara benar dan teliti, tentu hasilnya juga baik.

kehadir rekan lembaga di lokasi kegiatan dalam tupoksinya melakukan control sosial, secara jelas tidak ridho bila ada upaya curang dari pihak mana pun, janganlah di kurang kurangi ukuran dan Volume nya, ini proyek pakai duit rakyat bukan sedikit nilainya, serupiah pun harus di pertangung jawabkan ” tegasnya.

Saat awak media konfirmasi di lokasi kegiatan Jaka yang mengaku selaku mandor pekerja mengatakan ” Saya selaku pengawas pekerja kita bekerja sesuai spek yang ada kalau memang ada kritik dari rekan rekan halnya yang mesti di sampaikan akan saya sampaikan kepelaksana atau ke konsultan ” ucapnya

Sementara pihak konsultan saat di konfirmasi via what’s app tidak ada jawaban tekesan Diam, hingga berita ini terbit. ( EDY / Why).