Beranda Daerah Hasil Test Swab Positif COVID-19 Warga Dharmasraya Beredar di Medsos. Tim Covid-19...

Hasil Test Swab Positif COVID-19 Warga Dharmasraya Beredar di Medsos. Tim Covid-19 Dharmasraya Lamban Berikan Penjelasan

191
BERBAGI

DHARMASRAYA, (RADARNEWS.ID) – Lambannya penjelasan dari Pemda dan Jubir Penanganan Covid19 Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatra Barat membuat warga buncah. Betapa tidak, dengan beredarnya hasil test swab kedua pasien R yang dinyatakan positif Covid19. Bahkan hasil swab test kedua tuan R (64) dengan Nomor 152 / 04 / PDR PI – FK / 2020, yang ditandatangani Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr,dr. Andayani Eka Putra telah beredar dan viral di medsos sejak Sabtu (18/4) pukul 16.00 wib.
sedangkan keterangan resmi dari pihak Pemda maupun jubir Covid19 tak juga muncul hingga pukul 22.00 wib.

“Seharusnya surat hasil test swab ini tidak beredar, kalau pun iya kita butuh keterangan resmi dari Pemda dan Jubir Covid19 Dharmasraya,” ujar Romi Siska Putra mengomentari foto hasil swab tes dari Unand di WA Group DM Lawan Covid19

Katanya, keadaan seperti ini bisa kacau dan menimbulkan kepanikan jika tidak ada kejelasan dari pihak terkait, dalam hal ini Tim Gugus Tugas Covid19. Seharusnya pemkab harus bergerak cepat dalam penanganan, kalau tidak ada penanganan secara sistematis dan terukur. salah satunya menjawab informasi yang beredar di lapangan.

“Jangan biarkan masyarakat panik dan mengkonsumsi isu isu yang tidak jelas, apalagi pihak terkait bungkam dan sering kali lamban dalam memberikan keterangan resmi,” katanya

Kemudian sambungnya, kita diprediksi akan menghadapi situasi (yang kemungkinan tambah gawat) 2-3 bulan yang akan datang. “Jadi, pertanyaan pertanyaan terkait langkah pemda
ini jangan dianggap remeh. Ini berhubungan dengan nasib banyak orang,” tegasnya

Romi mewakili masyarakat Dharmasraya lainnya mempertanyakan sejauh apa saja langkah konktret yang akan dan sedang dilakukan pemda Dharmasraya dalam penanganan covid19.

“Pasca 2 orang dinyatakan positif di Dharmasraya langkah konkret apa yang dilakukan oleh Pemda dalam rangka menangani kasus covid-19 ini? bagaimana penanganan dampak ekonomi dari wabah ini? Apa sudah ada blue print nya? Berapa anggaran yang akan di push untuk penanganan dan dampak dari virus ini? Atau gagap dan tidak ada sama sekali? izin jawabannya pak Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan⁩, pak Ketua TGT2P Covid19 Dharmasraya, Adlisman⁩ jubir Covid19, dr. Rahmadian⁩?,” tanyanya.

Katanya, masyarakat perlu tau apa yg akan dan sedang dilakukan oleh Pemerintah, agar semua himbauan dan edaran pemerintah bisa sama sama dijalankan dengan baik.

“Pertanyaan ini perlu dijawab dan sangat dibutuhkan masyarakat, agar kita semua sama sama paham. Apalagi di lapangan masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah, bisa jadi karena tidak adanya kejelasan dari pemda itu sendiri,” pungkasnya

Sementara itu, setelah viral di media sosial terkait hasil swab test kedua tuan R (64) dengan Nomor 152 / 04 / PDR PI – FK / 2020, yang ditandatangani Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr,dr. Andayani Eka Putra. Akhirnya Juru Bicara Covid 19 Dharmasraya, dr. Rahmadian membenarkan hal tersebut pada Sabtu (18/4) sekira pukul 23.00 wib melalui siaran pers.

Rahmadian S menyampaikan hasil swab test “R” (66) warga Nagari (Desa Adat) Koto Laweh positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID) 19. Dengan keluarnya swab test kedua ini, kasus positif COVID-19 di Dharmasraya bertambah menjadi dua orang.

“R adalah pasien positif kedua, yang mana beliau ini pernah melakukan kontak langsung dengan J pasien COVID-19 pertama,” katanya

Ia menjelaskan R sebelumnya dinyatakan positif berdasarkan rapid test, selanjutnya dilakukan swab test pertama hasilnya negatif, dan pada swab test ke dua hasilnya positif. Dengan demikian R disimpulkan positif COVID-19.

Menurut dia tindakan isolasi terhadap pasien dimungkinkan dua opsi, pertama di COVID-19 Center Sialang dan isolasi mandiri di rumah pribadi.

“Covid centre Sialang sudah siap untuk menerima R, namun pasien minta untuk diisolasi dirumah, Jadi apakah nanti isolasi mandiri atau di COVID-19 center Sialang tim masih memastikan ini,” jelasnya

Sementara hasil koordinasi dengan pemerintah nagari masyarakat Koto Laweh, Kecamatan Koto Besar menyatakan menerima apabila dilakukan karantina mandiri dan juga sudah disiapkan tim yang melayani.

Menurutnya sesuai protap Kementerian Kesehatan RI pasien COVID-19 gejala ringan atau secara umum kondisi kesehatan pasien baik dapat dilakukan isolasi secara mandiri.

“Pasien R positif gejala ringan kerena kondisi fisiknya secara umum baik, tanpa gejala dan tidak juga ada indikasi untuk dirawat,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan dari pemerintah dalam mempercepat memutus rantai penyeberan COVID-19 di Dharmasraya.

“Ini kasus ke dua, jadi masyarakat harus lebih waspada lagi, apabila keluar rumah gunakan masker, sering cuci tangan, jaga jarak, dan yang paling penting terlalu takut juga tidak boleh, intinya waspada dan patuhi imbauan pemerintah, pungkasnya (Ard).