Beranda Daerah Anggota DPRD Lamteng Soroti Kebutuhan Bahan Pokok dan Gas Elpiji di Tengah...

Anggota DPRD Lamteng Soroti Kebutuhan Bahan Pokok dan Gas Elpiji di Tengah Pandemi Covid-19

224
BERBAGI

Lampung Tengah (RADARNEWS.ID)-Sejak Pemerintah Pusat mengumumkan status darurat terhadap Wabah Corona Virus Disease (Covid-19), berbagai sektor perekonomian menjadi lesu, terlebih dengan adanya penerapan kebijakan sosial distancing serta diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang semakin membuat berbagai sektor perekonomian menjadi lemah.

Namun, hal tersebut tidak mengurangi kinerja dari para pejabat yang ada di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Salah satunya yang dilakukan oleh Anggota Komisi II DPRD Lamteng Toni Sastra Jaya, SH., MH. Dimana ditengah wabah pandemi Covid-19 ini, dirinya tetap peduli dengan tugas dan tanggung jawabnya untuk menyoroti segala kebutuhan bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat

“Dengan adanya wabah Covid-19 yang belum ditentukan kapan akan berakhir, tentunya sangat merugikan masyarakat salah satunya yang terjadi di Kabupaten Lampung Tengah ini,” ungkap Tosa Jumat (8/5/2020).

Kesulitan yang sangat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, lanjut Tosa, mulai dari banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga sulitnya mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok, terlebih memasuki bulan suci ramadhan yang merupakan bulan yang penuh berkah untuk kaum muslim

“Tidak sedikit warga masyarakat yang ada di Lamteng ini sulit untuk membeli bahan-bahan kebutuhan pokok karena kurangnya pemasukan saat ini,” ungkap Tosa.

Politisi Partai Demokrat ini menyadari, ditengah wabah covid-19 ini banyak kebutuhan masyarakat yang harganya menjadi naik karena kurangnya stok bahan pangan. Maka, dirinya sebagai Wakil Rakyat Masyarakat Lampung Tengah menggunakan kewenangannya untuk mengawasi stok kebutuhan bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,

“Jangan sampai stok bahan pangan di Lampung Tengah menjadi berkurang atau terindikasi terhadap penimbunan bahan pangan yang menjadikan kenaikan harga karena langkanya mendapatkan bahan pokok di pasaran yang sangat merugikan masyarakat di Lampung Tengah,” tegasnya.

Salah satu bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat, yakni dengan memastikan stok LPG 3 Kg Subsidi dari Pemerintah yang sangat mempengaruhi aktifitas masyarakat. Sebab menurut dia saat ini hampir seluruh masyarakat di rumahnya menggunakan kompor gas jenis LPG.

“Apalagi saat ini LPG 3 Kg Subsidi termasuk bahan pokok yang sangat di butuhkan dan sangat jarang masyarakat menggunakan kompor minyak atau tungku untuk memasak. Saya harap jangan sampai LPG 3 Kg Subsidi dipasaran menjadi langka yang mana akan sangat mempengaruhi roda kehidupan yang ada di Lampung Tengah,” pungkasnya.(rls/ndo/nda).