Beranda Daerah Dua Warga Penumangan Baru, Diduga Menjalankan Karantina Tidak Diberi Makan Dan Minum

Dua Warga Penumangan Baru, Diduga Menjalankan Karantina Tidak Diberi Makan Dan Minum

917
BERBAGI

PANARAGAN, (RADARNEWS.ID)-Nasib Dua warga Tiyuh (Desa) Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) lampung, yang baru pulang dari perantauan diduga tidak mendapatkan makan dan minum saat menjalankan karantina di Rumah singgah Tiyuh.

Saat di pantau Radarnews.id pada Senin (11/05/2020) Pukul 09.00 Wib.
Tiara dan Enisyah kedua Warga yang menjalankan Karantina di Rumah singgah Tiyuh Penumangan Baru, mengatakan selama karantina kami tidak mendapatkan makan dan minum dari Pemerintah Tiyuh, untuk makanan dan minuman kami selalu diantar Keluarga.

“Saya sudah menjalankan karantina selama 4 hari mulai hari Jumat (08/05) sampai saat ini, tapi dari Pemeeintah Tiyuh tidak pernah memberikan makanan dan minuman, untuk keperluan mandi pun saya beli sendiri, bahkan selama saya di karantina di sini keluarga saya yang selalu antar makan dan minum sehari 3 kali, selama 4 hari ini,” terang tiara.

Bahkan bukan hanya Tiara yang tidak mendapatkan bantuan makanan, Enisyah Warga Penumangan yang menjalankan karantina sejak Kamis (07/05) hanya mendapatkan makan sekali saja, itu pun makan siang waktu pertama kali di karantina.

Sementara itu, salah satu keluarga dari Tiara, yang selalu mengantar makan dan minum ke tempat saudara nya tersebut, mengatakan selama ini dia tidak pernah melihat Pemerintah Tiyuh memberikan makan minum di ruang isolasi tersebut.

“Jangankan makan minum, bahan makanan pun tidak ada mereka berikan, kalau memang seandainya beralasan Puasa. Tidak apa kami yang memasak untuk keperluan sahur dan berbuka, tapi sampai saat ini belum ada bantuan itu,” paparnya.

Menanggapi itu, Penjabat (Pj) Kepala Tiyuh Penumangan Baru Wasid, menyangkal akan hal tersebut, karena untuk warga yang menjalankan Karantina selalu diberi makan dan minum serta pelayanan kesehatan setiap harinya.

“Dikarenakan ini Puasa, maka warga yang di karantina kita berikan makan sekali saat berbuka. Selain itu, kita juga memberikan bahan makanan untuk warga tersebut melalui keluarganya jika mau dimasak,” kata Wasid, saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya pukul 10.36 Wib.

Sedangkan dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Tiyuh (DPMT) melalui Kepala Bidang Aparatur Pemerintah Tiyuh Iwan Setiawan. Bahwa untuk fasilitas makan minum itu sudah menjadi kewajiban atau tanggung jawab dari Pemerintah Tiyuh sehari 2-3 kali, begitu juga dengan fasilitas untuk mandi harus disediakan.

“Anggaran itu kan memang sudah diatur untuk penanganan, Penyebaran Virus Corona, dan sudah dibahas bersama tentunya termasuk untuk karantina warga, sehingga harus dilaksanakan sesuai arahan,” imbuhnya. (R).