Beranda Banda Aceh Pelaku Pemukulan Dan Kekerasan Terhadap Wartawan Di Kota Subulussalam di Polisikan

Pelaku Pemukulan Dan Kekerasan Terhadap Wartawan Di Kota Subulussalam di Polisikan

447
BERBAGI

Sabulussalam, (RADARNEWS.ID) -Kasus Pemukulan dan kekerasan Terhadap Salah Satu Wartawan Media Online Muklis Gayo Yang Dilakukan Oleh Warga Inisial B Di salah Satu Warung Kopi Di kota Subulussalam Pada Tanggal (31 Mei 2020),Terkait Pemberitaannya Yang Terbit Pada tanggal 29 mei 2020.

Muklis Gayo Merupakan Wartawan Berita merdeka online( BM ) Yang Bertugas Dikota subulussalam Dan Juga Selaku Bendahara Sarikat pekerja media (SPM) Di kota Subulussalam Melaporkan Atas Tindak Kekerasan Yang Diterimanya Dari Inisial B ke Polsek Simpang kiri Jl.Tengku Umar kota Subulussalam, Selasa (02/06/2020).

DENGAN SURAT TANDA BUKTI LAPORAN
NOMOR: STBL/36/VI/2020/Reskrim

Muklis Gayo Mengatakan laporannya Sudah Di proses Pihak Kepolisian Dan Juga Berterima Kasih Kepada Kapolres Kota subulussalam Yang sudah Memproses Kasus ini ,Muklis Juga Meminta Agar Masalah Ini Diselesaikan Sesuai Dengan Amanat UU PERS,Karena Ini Adalah Menyangkut Tentang Profesinya Dan Juga Wartawan Yang Ada Di seluruh Indinesia Terkhusus DiKota Subulussalam.

Ia Aalhamdulillah Sudah diproses Oleh pihak Kepolisian Dan Saya Juga Berterima Kasih kepada Kapolres Subulussam Yang Sudah Memproses Masalah ini,Jelasnya.

Lebih Jauh ditambahkan Lagi,Saya meminta Agar Masalah ini diselesaikan oleh Pihak Hukum Dan Penegak Hukum Sesuai Dengan Undang Undang Pers Ujarnya.

Sebagaimana Undang Undang Nomor 40 1999 tentang Pers adalah pelaksanaan kemerdekaan pers yang merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 harus dijamin. Pers dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis, kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki, yang diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

(DAR).