Beranda Daerah 298 Orang Pelaku Usaha Perikanan di Tubaba, Terima BST Dari KKP

298 Orang Pelaku Usaha Perikanan di Tubaba, Terima BST Dari KKP

190
BERBAGI

PANARAGAN, (RADARNEWS.ID)-Sebanyak 298 Orang Pelaku Usaha Perikanan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, terima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Tubaba, didampingi Rukiza, selaku Kepala Bidang Tangkap dan Pembinaan Dinas Perikanan, saat dikonfirmasi Radarnees.id diruangan kerjanya, pada Senin (27/7/2020) pukul 11.30 Wib. Bahwa bantuan tersebut disalurkan kepada warga nelayan melalui Kantor Pos, karena Penyaluran tersebut melalui koordinasi Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (Pusdatin KKP) dan Kementerian Sosial, berdasarkan data pemegang kartu Kusuka, yang sudah sejak 2017 mulai terdata.

“Besaran BST yang disalurkan itu Rp 600 Ribu selama tiga bulan, sejak April hingga Juni, yang sekaligus disalurkan sebesar Rp 1,8 juta pada awal Juli 2020 ini, dan pencairannya melalui Kantor Pos,” terangnya.

Bahkan, lanjut dia, Dinas setempat tidak mengetahui bahwa ada bantuan tersebut, karena secara mendadak, dan datanya pun diambil dari data yang sudah ada di Pusat, sehingga tidak mengambil data terbaru saat ini.

Sementara itu, dikatakan Pantas, selaku Penyuluh Dinas setempat, mengatakan. Bahwa jika sesuai arahan dari KKP, penerima manfaat bukanlah keluarga penerima manfaat PKH, BPNT, BLT DD, dan BST Kemensos.

“Adapun jumlah penerima total di Indonesia yakni, 191.730 orang pelaku usaha bidang kelautan perikanan. Dan khusus di Tubaba mendapat kuota 298 orang yang terdiri dari 75 orang Nelayan, 11 Pemasar ikan, dan 212 Pembudidaya ikan, yang tersebar di 5 Kecamatan yaitu, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tumijajar, Tulangbawang Udik, Gunung Agung, dan Lambu Kibang,” paparnya.

Untuk itu, jelas dia, karena data yang diambil merupakan data lama, maka Dinas Perikanan dan Penyuluh akan segera melakukan Verifikasi dan Validasi ulang seluruh para pelaku usaha dibidang perikanan, untuk jika ada program bantuan bisa didapat dan tepat sasaran sesuai kondisi terbaru saat ini.

“Sejauh ini sudah ada sekitar 600 orang yang terdata di Kusuka. Namun data itu kan sudah lama, sedangkan kemungkinan pasti ada perubahan data setiap tahunnya. Maka dari itu, besok kita mulai bergerak menyisir masyarakat yang benar-benar Nelayan atau memiliki usaha dibidang perikanan,” imbuhnya. (R).