Beranda Daerah Kecamatan Coba Bela Para Oknum. “Kebohongan Tidak Mungkin Bisa di Tutupi”

Kecamatan Coba Bela Para Oknum. “Kebohongan Tidak Mungkin Bisa di Tutupi”

184
BERBAGI

Lampung Selatan ,(RADARNEWS.ID)-Persoalan tiga oknum Kepala Dusun (Kadus) Desa Karang Raja, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, diduga memakai ijazah orang lain yang saat ini viral di Medsos, mendapat tanggapan dari masyarakat dan bebagai pihak. Ada kesan jika pihak kecamatan justru membela para oknum tersebut.

Edi Suryadi SH salah satu tokoh LSM TOPAN RI mengatakan sangat menyayangkan sikap pihak Kecamatan Merbau Mataram yang kurang tegas, bahkan terkesan berpihak kepada kepentingan yang salah.

“Seharusnya pihak Kecamatan mengambil langkah segera berkoordinasi dengan (BPD) untuk memberhentikan oknum kepala dusun yang memakai ijazah orang lain tersebut agar semua persoalan selesai, bukannya merekayasa dan mendorong Kadus membuat surat pernyataan. Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Biar dibuat tiga atau empat kali surat pernyataan semua masyarakat tahu kok siapa kadus nya” jelas Edi Suryadi ketika dimintai tanggapan oleh media ini selasa ( 28-07-2020 ).

Sebelum nya diperoleh keterangan dari Camat Merbau Mataram Heri Purnomo melalui Handoyo Susilo PLt Kasi Pemerintahan bahwa dirinya sempat turun dan meminta tiga orang oknum kadus di Desa Karang Raja untuk membuat surat pernyataan yang isi surat pernyataannya bahwa mereka bukan kadus.

Pertanyaannya untuk apa mereka melakukan itu, sementara masyarakat tahu semua siapa Kadus yang menjabat selama ini.

Beberapa warga yang berhasil mintai keterangannya oleh media ini diantaranya Samsudin, Maliki, warga Talang Maenal mengakui dan mengetahui bahwa kadus mereka selama ini bernama Heri Rahman.

Sementara itu menurut mereka untuk menjadi kadus Heri Rahman memakai ijasah Putra nya M. Ardiansyah.

Hal ini di pertegas oleh pengakuan istri Heri Rahman, yang mengakui bahwa suaminya merupakan Kadus Talang maenal.

Sama halnya dengan kadus Catihan ll, menurut sepengetahuan warga bernama Idris dan Dedi yang merupakan tetangga saudara Ade, menjelaskan bahwa kadus Catihan dua itu bernama Ade , bukan Aris yang tertulis di Absen desa. Tetapi memang Ade menjadi kadus dengan memakai ijazah Aris sebagai persyaratan.

“Waktu itu sempat menimbulkan permasalah ketika Ade menerima gaji, si Aris pemilik ijazah yang semula akan diberi setengah dari gajinya namun oleh Ade hanya diberi seratus tujuh puluh lima ribu,” ujarnya.

Sama halnya dengan Kadus Trimulyo I Abdul Gani, dimana untuk persyaratan menjadi kadus ternyata memakai ijazah Diana sari, saudara kandungnya.

Saat menjelaskan hal tersebut sejumlah masyarakat tersenyum – senyum sebab mereka tahu Diana sari itu perempuan tapi yang mereka tahu Abdul Gani selaku kadus nya adalah laki- laki. Dan menurut warga sekitar Diana sari tak mungkin jadi kadus di Trimulyo satu sebab domisilinya di Dusun Salam Tejo.

Abdul Gani selaku Kadus Trimulyo I pun diakui oleh suadara Hendri ( saudara kandung Abdul Gani – red ).
Menurut Hendri, Abdul Gani memang kadus Trimulyo satu. .” Benar bang, Abdul gani itu Kadus Trimulyo satu, tapi siapa pun yang akan mempermasalahkan dia, saya akan bela Abdul Gani, karna itu saudara kandung ku” ancam Hendri.

( Amuri )