SIJUNJUNG (RADARNEWS.ID)-Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin mengimbau agar seluruh pihak dan masyarakat tetap menjaga kebersamaan pada perhelatan pesta demokrasi di Pilkada Sijunjung dengan lebih mengedepankan pemilu ‘badunsanak’.
Perbedaan pilihan dalam berpolitik adalah hal biasa, yang menandakan sebuah tatanan masyarakat yang berdemokrasi. Namun, menjaga nilai-nilai kebersamaan dan silaturahmi antar sesama adalah sebuah keharusan.
“Seluruh pasangan calon yang maju di Pilkada Sijunjung adalah putra terbaik daerah. Yang nantinya akan memimpin Sijunjung kedepan. Maka dari itu tidak perlu menjelekkan satu sama lain, atau menyebar fitnah dan kebencian,” tutur Bupati Yuswir Arifin.
Saat ini masa kampanye pemilihan kepala daerah sedang berlangsung. Begitu juga di Kabupaten Sijunjung, lima pasang calon terus bergerak untuk meraup simpatisan dan dukungan masyarakat Kabupaten Sijunjung pada pemilihan 9 Desember 2020 mendatang.
“Mari kita lewati kontestasi politik ini dengan pesta demokrasi badunsanak. Berpolitik secara sehat, tentunya dengan tetap menjaga kebersamaan dan silaturahmi yang baik,” ujarnya.
Dijelaskan Yuswir, peran dari seluruh pasangan calon sangat besar terhadap masyarakat. “Jadi tidak perlu memadamkan api orang lain, cukup perbesar saja api kita. Biarkan masyarakat yang menilai, karena ini juga bagian dari proses pendidikan politik kepada masyarakat kita,” ajaknya.
“Jangan sampai gara-gara berpolitik hubungan silaturahmi kita rusak, atau rasa kebersamaan kita berkurang. Mari kita jalani proses pemilihan yang hanya beberapa bulan ini dengan baik. Karena setelah ini hubungan kita antar sesama akan tetap berlangsung, bukan sebatas politik,” terang Bupati dua periode itu.
Yuswir Arifin juga mengingatkan, masyarakat akan menilai salah satunya melalui visi-misi yang diusung pasangan calon. “Jadi tidak ada istilah nomor keramat dan sebagainya. Semua sama saja, karena nilai jual seorang calon itu bukan dari sana. Tapi dari rumusan visi-misi dan wacana pembangunan yang akan dibawanya lebih penting. Bagaimana ide dan inovasi yang akan dilakukan seorang pemimpin terhadap daerah nantinya jika ia terpilih,” sebutnya.
Pihaknya mengimbau agar pasangan calon memberikan narasi yang bagus untuk pembangunan kepada masyarakat. “Karena selain sebagai calon, juga merupakan panutan bagi masyarakat. Pemilu adalah salah satu proses pembelajaran politik kepada masyarakat,” tambah Yuswir Arifin.
(the).



