Beranda Daerah Penyakit Hewan Menular Strategi (PHMS) Dinas Peternakan dan Perikanan Kab : Blitar...

Penyakit Hewan Menular Strategi (PHMS) Dinas Peternakan dan Perikanan Kab : Blitar Lakukan Vaksin

686
BERBAGI

Blitar , (RADARNEWS ID)-Dinas Peternakan dan Perikanan terus menerus berbenah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat salah satunya adalah pelayanan aktif kesehatan hewan yang meliputi tindakan pencegahan, pemeliharaan kesehatan dan pemberantasan penyakit hewan.

Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) menjadi prioritas pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan di Kabupaten Blitar. Disebutkan oleh Kepala Bidang Keswan Dan Kesmavet drh. Wasis Gunawan “ Suatu penyakit yang tergolong dalam penyakit Hewan Strategis (PHMS) beresiko tinggi menular ke manusia. Suatu penyakit dikatakan sebagai Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS)  jika terjangkit dapat memberikan dampak buruk secara ekonomi, sosial, dan politik. Untuk itu, masyarakat perlu tahu dan waspada akan adanya pernyakit tersebut.”

Drh. Wasis Gunawan Juga mengatakan bahwa salah satu cara untuk melakukan pengendalian terhadap penyakit di Kabupaten Blitar adalah dengan melakukan upaya pencegahan penyakit diantaranya dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi merupakan suatu upaya untuk memicu respon tubuh hewan dengan memasukkan agen penyebab penyakit yang diharapkan mempu merangsang reaksi kekebalan dan akan meningkatkan sistem kekebalan hewan sehingga infeksi dapat dicegah.

Ditambahkan oleh drh. Nanang Miftahudin, MM selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan penyakit Hewan (P3H) Dinas Peternakan dan Perikanan telah melakukan vaksinasi pada ternak ruminansia setiap tahunnya secara berkelanjutan sebagai upaya untuk mencegah timbulnya Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).

Pada tahun 2020 kegiatan vaksinasi dilakukan pada beberapa desa di wilayah kabupaten Blitar yang terdiri dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Srengat, Desa Pojok Kecamatan Ponggok dan desa Sawentar kecamatan Kanigoro dengan target 9.600 ekor ruminansia yang divaksin.

Selain melakukan vaksinasi juga dilakukan pelayanan kesehatan hewan, pemberian vitamin dan KIE kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit pada hewan. Dijelaskan juga bahwa setelah kegiatan vaksinasi juga dilakukan monitoring terhadap ternak ruminansia sebagai evaluasi kondisi hewan pasca vaksinasi dan dalam rangka menjaga kesehatan hewan.”ungkapnya.

(yono).