Beranda Daerah RAHEL Menunggu Uluran Tangan Dermawan dan Pemerintah Dharmasraya Sumatera Barat

RAHEL Menunggu Uluran Tangan Dermawan dan Pemerintah Dharmasraya Sumatera Barat

538
BERBAGI

Dharmasraya ,(radarnews id)- Ada Air mata Rohmawati 48 tahun, warga Jorong Padang Bintungan (,Blok D) Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Dharmasraya, Dia tak henti-hentinya menangis, saat menceritakan tentang kondisi anaknya yang menderita sakit lumpuh ( mati seluruh tubuh ).

Dan Bukan hanya itu, putra dari pasangan ayah Wahyudi dan ibu nya Rohmawati, yang kini telah berusia + – 11 th yaitu Rahel Wahyu Satria, hanya bisa tidur tergolek lemah sejak usianya menginjak dua tahun.

Ini Akibat dampak dari sakit meningitis yang di deritanya.

“Kami tidak menyangka Rahel harus menderita penyakit ini, karena kami memang tidak memiliki riwayat keturunan kayak ini,” kata ibu kandung Rahel, saat dikonfirmasi, Rabu 18/11/2020.

Dia menceritakan bahwa berawal anaknya, Rahel menderita sakit demam tinggi dan panas saat usianya dua tahun. Kemudian, dengan adanya bantuan keluarga segera kami larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

” Dan Kami sudah juga sudah membawa Rahel kebeberapa rumah sakit ternama di kota Padang, namun tak bisa berbuat apa-apa, dan dianogsa oleh dokter penyakitnya Menengitis,” jelasnya.

Dan saat ini keseharian Rahel, hanya bisa berbaring tergolek di tempat tidur seiring dengan perubahan fisik pada kaki dan tanganya. Makanan yang dapat dikonsumsinya pun hanya Susu terangnya lagi.

” pernah di coba makan nasi, selalu muntah, dan ini sudah berlangsung cukup lama,” kata ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai penjual sayuran ini.

Dan di tengah dalamnya kesedihan, Rohmawati menceritakan, bahwa kalau dirinya harus rela mengeluarkan uang sebesar Rp 63 ribu dalam setiap harinya untuk kebutuhan Rahel.

” Dan Untuk beli susu satu kontaknya seharga Rp. 45 ribu ditambah lagi dengan pampres sehari satu paks yang berisi 7 helai seharga Rp.18ribu,” tambahnya.

Dan Mirisnya lagi, putra kedua Wahyudi yang berprofesi sebagai buruh serabutan itu mengakui bahwa belum ada pernah mendapat bantuan sejak bertahun-tahun lamanya. Baik dari pemerintah maupun para dermawan.

” Hanya Dulu zaman bupati Adi Gunawan, pernah dapat bantuan dari dinas kesehatan, berupa susu enam kotak, dan hanya sebatas itu,” imbuhnya lagi.

Dan Kini, untuk dapat memenuhi kebutuhan Rahel, Rohmawati dan Wahyudi harus bekerja keras agar bisa untuk memenuhi kebutuhan putranya mereka itu.

” Apapun kerja akan kami lakukan asal dapat uang demi kebutuhan anak kami Rahel,” katanya sambil berurai air mata.

“Sepanjang halal, demi Rahel, apapun pekerjaan akan kami jalani, ungkapnya dengan Air mata terus mengalir.

Meski Rahel tak dapat bicara, Namun, di balik kesedihan Rohmawati, Rahel tetap memberikan kebahagiaan baginya. Setiap kali Rohmawati memanggil, Rahel langsung merespon dengan menggerakan bibir seakan ingin tersenyum.

“Kita memang sangat memerlukan uluran tangan dari para dermawan maupun pemerintah tentunya, untuk dapat memenuhi kebutuhan anak kami ini,” tutupnya.

(efrizal).