Beranda Budaya Viral akibat Pernyataan Gubernur tentang Mandau, Bergulirlah Penggantian Ketua DAD Kalteng

Viral akibat Pernyataan Gubernur tentang Mandau, Bergulirlah Penggantian Ketua DAD Kalteng

810
BERBAGI

Palangka Raya, (radarnews.id)-Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng yang priode ini diketuai oleh Agustiar Sabran, dinilai tidak bisa memajukan organisasi dan dianggap tidak layak lagi mengemban amanat masyarakat Dayak Kalteng, lantaran kepakumannya selama menjabat.

Selain dalam pemilihan Ketua DAD Provinsi Kalteng beberapa tahun lalu diduga hanya melibatkan segelintir kelompok saja serta terendur adanya campurtangan Politik dan Birokrat, hal ini juga terpantau beraromakan kepentingan segelintir golongan.

Ditambah lagi, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang baru-baru ini sempat viral akibat pernyataan dia tentang Mandau. Yang pada intinya, mau melarang masyarakat Dayak Kalteng membawa Mandau meski pada saat Ritual ataupun melaksanakan Acar Adat Dayak Kalteng, statemant ini diucapkan Sugian pada saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur bulan Maret tadi.

Berkaitan dengan ini pula, beberapa Ormas Dayak menjadi geram, dan menyuarakan ke-tidak puasan nya, lantaran Ketua DAD dipandang hanya untuk topeng politik-nya saja, serta jauh dari harapan pembelaan terhadap masyarakat Dayak, khususnya Dayak pedalaman yang selama ini Hutan Belantara Kalteng sedikit demi sedikit tergusur akibat meluasnya area perkebunan sawit yang notabene merambah hutan Kalimantan secara tidak langsung.

Dari beberapa tokoh ormas Dayak yang mengungkapkan ketidak-puasan mereka, salah satunya tokoh Ormas Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Bambang Irawan, ikut angkat bicara saat diwawancara (16/04) pagi tadi.

Menurut Bambang, karena beberapa unsur dan tokoh masyarakat Dayak yang mendorong mencalonkan dia untuk jadi kandidat sebagai Ketua DAD Kalteng. Maka, jika memang dibutuhkan untuk membela masyarakat Adat Dayak Bambang mengaku siap maju.

Dukungan moril berdatangan juga dari rekan – rekan Koalisi Ormas serta dari Paguyuban yang sangat mengharapkan Ketua Umum Fordayak ini maju sebagai kandindat ketua DAD Kalteng.

Sebab, rekam jejak Ormas Fordayak yang telah dipimpinnya selama ini terbukti sangat kental selalu keberpihakannya kepada kepentingan masyarakat adat yang terjolimi oleh para investor tangan besi.

“Memang, Pemilihan Ketua DAD Kalteng, sepengetahuan saya adalah di tahun ini, ” Ungkap Bambang kepada media.

“Secara pribadi apabila untuk utus dayak, saya siap, dan saya siap lakukan apalagi itu untuk mengangkat harkat dan martabat orang dayak itu sendiri agar tidak tertinggal jauh dari persaingan global.“ imbuh dia.

Terlepas dari semua itu, menurut Bambang tentu banyak yang senior – senior dan tokoh yang juga memiliki kualitas kompetensi mumpuni bahkan yang berpengalaman, serta nanti diharapkan kedepan DAD Kalteng harus lebih baik dan lebih maju dari sekarang ini.

Ditambahkannya juga, “sebab, DAD merupakan suatu wadah bagi masyarakat dayak serta bagi ormas – ormas dayak. Yang idealnya sebagai wadah penyelesaiaan masalah Adat di Kalteng ini, jadi sepatutnyalah harus dilakukan pembenahan ataupun perbaikan – perbaikan, agar kedepan bisa lebih baik dan maju tanpa interpensi dari siapapun.” Ucap Ketum Fordayak ini.

“Dan saya pribadi, dengan harapan siapapun nantinya menjadi ketua DAD Kalteng, harus memiliki Visi dan Misi yang jelas untuk mengembangkan organisasi dan juga untuk kepeduliannya terhadap masyarakat dayak khususnya serta masyarakat Kalteng pada umumnya. Dan juga kepeduliannya terhadap ormas – ormas dayak, yang selalu terus menyuarakan keadilan dan perbaikan – perbaikan untuk utus dayak.” Tandas Bambang. (yud).