Beranda Daerah Polda Jatim Ringkus Dua Orang Pembobol Dana PUA

Polda Jatim Ringkus Dua Orang Pembobol Dana PUA

59
BERBAGI

Surabaya,(radarnews.id)- SFR dan MZM Dua orang warga Indonesia ditetapkan menjadi tersangka setelah membobol dana PUA (Pandemic Unemployment Assistance) atau dana bantuan warga Ameria Serikat yang terdampak Covid-19.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Aftinta menyatakan modus yang digunakan tersangka adalah dengan pembuatan dan penyebaran scampage/website palsu yang menyerupai website resmi pemerintahan negara Amerika. “Pembuatan scampage tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan data data pribadi milik warga negara Amerika yang diduga disalahgunakan untuk mencairkan dana dan juga untuk dijual,” ujar Kapolda Jatim, Kamis (15/4/2021
Dijelaskan Kapolda, tiga kejahatan yang dilakukan dua tersangka adalah membuat website palsu lalu menyebarkan website dan mengambil data milik orang lain secara ilegal.

Dari melakukan kegiatan penyebaran scampage melalui SMS sejak Mei 2020 sampai dengan Maret 2021 yang disebarkan ke sekitar 20.000.000 nomor telepon warga negara Amerika, tersangka berhasil mendapatkan sekitar 30.000 data dari warga 14 Negara Bagian di Amerika.

Adapun para Tersangka melakukan perbuatannya dengan mencari nomor-nomor Handphone warga negara Amerika (target) menggunakan sebuah fitur pada tools/software. Setelah mendapatkan ribuan nomor target maka kemudian dilakukan penyaringan agar tidak terjadi duplikasi pengiriman ke nomor Handphone menggunakan software scriptdedupe.

Kemudian menyiapkan tools sender untuk mengirimkan SMS ke banyak nomor handphone secara bersamaan memasukkan daftar nomor hanphone target dan juga tulisan SMS yang akan dikirimkan ke target kedalam Tools sender Nodejs. Pada tulisan SMS yang dikirimkan ke target terdapat link URL yang mengarahkan ke scampage/website palsu.

Salah satu contoh tulisan SMS yang dikirimkan ke target adalah: “alert from NyDMV: We are sorry to inform you due to our regulation-compliant update, you must update your. “Apabila yang menerima SMS percaya maka akan mengisinya apabila tidak percaya maka akan mengabaikannya,” ujar Kapolda.

Ditambahkan Kapolda, keuntungan yang didapatkan adalah berupa mata uang Krypto Bitcoin yang bisa dikonversikan menjadi mata uang Rupiah yang diberikan oleh Mr. S (DPO diduga WN India) karena perbuatan kedua tersangka tersebut atas permintaan oleh Mr. S (DPO).

“Data pribadi tersebut digunakan oleh Mr. S untuk mencairkan dana PUA (Pandemic Unemployment Assistance) / dana bantuan untuk pengangguran warga negara Amerika senilai USD $2,000 setiap 1 data orang, dan juga untuk dijual lagi seharga USD$ 100 setiap 1 data orang,” ujar Kapolda.

Keuntungan yang telah diterima oleh Tersangka SFR selama melakukan perbuatan tersebut diatas kurang lebih sebesar USD $30.000 / sekitar Rp. 420.000.000 (Kurs Rupiah) yang digunakan tersangka untuk berlibur, membayar hutang dan ke tempat hiburan.

Keuntungan yang telah diterima oleh Sdr MZM selama melakukan perbuatan tersebut diatas sekitar Rp. 60.000.000 yang digunakan tersangka untuk membeli laptop, membayar hutang dan membayar uang gedung pendaftaran kuliah. “Kasus ini diungkap krimsus dengan FBI dari hasil penyelidikan selama tiga bulan, yakni sejak Mei 2020 sampai Maret 2021,ungkapnya.

(irs/Lucky)