Lampung Selatan.(RadarNews.id)-Limbah pengolahan karet PT. Ruber Jaya Lampung (RJL) yang terletak di Desa Lematang Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan, diduga telah mencemari lingkungan pemukiman warga Desa Sukanegara dan Desa Kaliasin yang berdomisili dekat dengan lokasi pabrik.
Selain bau busuk yang sangat meyengat pada siang hari, ketika hujan turun pun limbah bekas olahan karet juga mengaliri kali/anak sungai yang melintasi pemukiman warga di dua Desa yaitu Desa Sukanegara dan Desa Kaliasin. Sehingga, air kali yang biasa digunakan untuk kebutuhan pertanian oleh warga Desa Sukanegara dan Kaliasin, bila air kali/sungai itu terkena badan maka akan berdampak gatal-gatal itu dikarenakan air sungai yang sudah bercampur dengan limbah pembuangan getah karet milik PT. RJL.
Parahnya lagi, limbah getah karet milik PT. RJL yang dibuang sembarangan dikarenakan tangki timbun limbah telah penuh, ketika musim hujan limbah itu merembas ketanah milik warga yang berbatasan dengan pagar pabrik. Sehingga, kolam ikan milik warga Desa Sukanegara harus menjadi korban, ikan dikolam mati dikarenakan air kolam bercampur dengan limbah bahkan air kolam berubah menjadi lumpur dengan warna hitam dan berbau busuk yang sangat menyengat.
“Kemarin waktu hujan turun, kolam ikan ini dipenuhi olah limbah karet milik. PT, RJL, sehingga ikan Nila yang ada di kolam ini mati semua pak. Bahkan air kolam berubah menjadi lumpur warna hitam bau nya busuk sangat menyengat, “Beber warga yang berinisial BM yang bekerja dikolam milik pak Rahmat warga Desa Sukanegara kepada Radar News, pada Kamis (15/4) lalu.
Masih kata warga, hal.sepert itu sudah lama terjadi setelah adanya pabrik olahan getah karet milik PT. RJL, namun selama ini warga kediamanya berdekatan dengan lokasi pabrik hanya diam dan pasrah tidak tau kemana tempat mengadu bahkan selama.bersurinya pabrik olahan getah karet itu, tidak ada kompensasi apa pun kepada warga yang pemukimanyaberada dekat pabrik. Padahal, warga sekitar setiap harinya menghirup udara busuk yang disebabkan oleh limbah pabrik.
“Kami warga disini kalau siang hari waktu cuaca panas itu setiap hari selalu disajikan udara bau busuk limbah getah karet oleh PT. RJL, coba pak, tanya dengan ibu-ibu yang punya anak bayi (balita), bayangkan kalau bagi anak-anak balita disini setiap hari menghirup udara bau busuk limbah PT. RJL, seperti apa akibatnya, ” terangnya.
Warga pun menambahkan, selama berdirinya pabrik pengolaan getah karet, pihak PT. RJL belum pernah ada perhatian kepada warga sekitar yang pemukimanya berdekatan dengan pabrik.
“Selema pabrik berdiri, belum ada kepedulian atau kompensasi berbentuk apapun kepada warga masyarakat sekitar sini, ya hanya bau busuk dan pencemaran air kali itu aja yang kami dapatkan, “Tutupnya.
Sementara, pihak pabrik.pengolahan getah karet PT. RJL hingga saat ini belum bisa dihubungi untuk.komfermasi terkait limbah yang dikeluhkan warga.
(Amuri).



