Kalteng, (radarnews.id)-Terkait pemberitaan sebelumnya, mengenai “Minyak Kencing di Jalan” yang berjudul “Mafia Minyak Terorganisir Melibatkan Depo Partamina” dari beberapa transportir depo Pertamina Kumai kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diterbitkan kemarin.
Sopir PT. DAENG PUTRA KANADA, Jamil, merasa tidak puas dan langsung angkat bicara. Karena merasa tidak benar dari keterangan sopir serap-nya.
Menurut Jamil, semua perkataan Deka (sopir serap alias karnet Jamil) itu tidak benar, dan Segel selalu terpasang saat setelah pengisian dan pengecekan selesai, tentunya sebelum setiap tanki keluar dari Terminal Depo Partamina Kumai.
“Saya pada saat kejadian kemarin berada di persidangan Pengadilan Agama Pangkalan Bun, untuk menghadiri sidang gugat cerai istri saya. Nah, mobil tangki itu memang saya parkir di kediaman kami, dan menguras tangki mobil memang saya yang memerintahkan, oleh karena rencana perjalanan jauh, soalnya kemarin bosspom sempat kemasukan air. Namun, sopir serap saya meng-abaikan pihak radarnews saat konfirmasi, malah dia menganggap guyoun dan mengaku bahwa dia lah sopirnya tanki itu. Tapi dia sudah minta maaf kepada saya pak, karena dia tidak menyangka perkataan-nya malah jadi nara sumber berita.” Ujar Jamil (20/5/21) siang tadi.
Dia juga menambahkan bahwa, Segel Pertamina itu tetap utuh dari Depo dan tidak terganggu sedikitpun. “Yang saya pinta untuk dikuras itu adalah tanki minyak truk. Kami pun juga tahu merusak segel itu artinya suatu kejahatan dan tindakan kriminal. Jadi, kita yang bekerja untuk jangka panjang ini tidak mungkin berbuat kriminal pak.” Papar Jamil lagi menjelaskan saat ditemui di kediamannya.
“Saya yakin pak, di zaman cari makan yang serba sulit seperti sekarang, tidak mungkin kami termasuk kawan-kawan yang se-profesi saya ini melakukan pekerjaan yang neko-neko.” Pungkas dia didampingi dua sopir transportir lain dari Persero yang berbeda dan tidak menyebutkan namanya ini.
(yud).



