Sijunjung,(radarnews.id)- 9 juni 2022 Darmihayati warga Muaro Batuk Kenagarian Sijunjung kecamatan Sijunjung kabupaten Sijunjung Sumatera barat keluhkan Bauk busuk yang menyengatkan membuat mual yang di alaminya sehari hari.bauk busuk yang muncul dari tumpukan sampah di atas puncak bukit yang tidak jauh dari rumah kediaman nya yang berserakan.namun tidak itu saja air sampah di lokasi tempat penumpukan sampah terakhir oleh dinas Perkim-LH kabupaten Sijunjung itu juga mengalir ke sungai kosiak yang terkesan telah mencemari air sungai biasa nya yang di munfaatkan oleh masyarakat banyak sepanjang aliran sungai tersebut hal ini di katakan oleh ibuk parobaya ini saat media ini berkunjung ke rumah tempat kediaman nya.
Sementara Iskandar warga setempat juga mengeluhkan hal yang sama karena tempat penumpukan sampah terakhir oleh dinas Perkim-LH kabupaten Sijunjung itu berlokasi di atas puncak bukit di belakang rumah saya,benar setiap hari nya kami selalu menghirup udara Bauk busuk yang berasal dari tumpukan sampah yang tak jauh dari rumah saya,sebab tempat penumpukan akhir sampah yang berada di puncak bukit itu cuman berserakan saja,Tampa ada di buat lobang untuk pemupukan nya seperti yang terlihat hanya berserakan di atas bukit itu saja,dengan ketidaknyamanan kami tinggal disini tentu kami berharap kepada pihak Pemkab Sijunjung agar memikirkan juga dampak lingkungan kami sebagai warga di sini,dan kami kan berhak juga butuh udara yang segar sama seperti bapak bapak yang terhormat.cuman selama ini yang kami alami setiap hari selalu mencium udara aroma busuk yang tidak terhingga itu.yang parah nya lagi sewaktu musim hujan bukan sekedar Bauk busuk nya saja yang kami rasakan ,dampak nya yang berserakan itu but di bawa oleh aliran air hujan ke halaman rumah kami dan kesamping rumah kami.sudahlah Bauk nya minta ampun yang membuat perut mual sampah nya juga bertaburan kemana mana.sampai juga kesungai yang tak jauh dari tumpukan sampah tersebut.mau tak mau air sungai kosiak itu pun juga tercemar dengan bauk busuk sampah itu.padahal air sungai itu banyak manusia yang menmufaatkan nya.sekali lagi kami berharap kepada pihak yang terkait memohon untuk Carikan selusi nya sebab kami di sini rumah kediaman kami mau pindah kemana kami.jangan di antarkan sampah busuk ini ke dekat rumah kami yang akan membuat wabah penyakit bagi kami di sini.tambah nya Iskandar padahal di samping penumpukan sampah itu ada perkantoran dinas kehutanan bisa jadi kantor tersebut tidak di huni karna tidak tahan dengan bauk busuk sampah itu.mubasir juga bangunan mewah tersebut kalau tidak di huni.tutur nya Iskandar.
Terpisah kepala dinas Perkim-LH kabupaten Sijunjung Riky mainaldi neri di saat mau konfirmasi selasa 8 Juni salah seorang pegawai nya mengatakan bapak kadis tidak ada pak,bapak kadis memang jarang ngantor dan nomor ponselnya semua jarang juga aktif kata nya sambil berlalu..(efrizal/ap)



