Beranda Daerah Kadis PUPR terkesan tarik – ulur Lelang Proyek

Kadis PUPR terkesan tarik – ulur Lelang Proyek

628
BERBAGI

Kalteng, (Radarnews.id)-Karena selalu ditunggu oleh para rekanan penjual jasa konstruksi, Lelang Pekerjaan dari Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sukamara provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), akhirnya menadi buah bibir masyarakat di setiap sudut Sukamara.

Kepala Dinas (Kadis) PUPR Sukamara, Muhamad Rizali, saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, bahwa keterlambatan Lelang Proyek ini lantaran adanya pemotongan – pemotongan disetiap Pagu anggaran yang sudah direncanakan, akhirnya pihak kami menyusun ulang lagi menyesuaikan setiap Dana Alokasi yang ada.

Rizali melanjutkan, “Bagi proyek yang sekala besar, artinya yang dipioritaskan, itu sudah dilelang semua dan sekarang sudah berjalan.” Ujar Kadis ini (15/6/21) siang kemarin.

Mirisnya, setelah ditanya bagaimana dengan mutu pekerjaan jika 2 bulan lagi baru dilaksanakan kontrak, Rizali menjawab, “itu resiko kontraktor, jika mereka berani nyahut lelang, sudah pasti segala macam resiko dan kemungkinan masalah di lapangan sudah dikaji semua. Dan yang jelas, pihak kita hanya sesuai kontrak, jika keterlambatan dalam pekerjaan ya resiko Diputuskan kontrak.” Tegas Zali.

Lanjut dia, Jika memang kontraktor profesional, tentulah mereka memahami betul proyek apa yang mereka sahut dalam lelang, serta dapat penyesuaikan fasilitas alat yang mereka butuhkan dan mereka punyai (red).

Salah satu rekanan kontraktor kawakan di kabupaten Sukamara yang belum mau menyebutkan namanya mengungkapkan pendapat, “mudah saja dia ngomong, tapi apakah karakter seorang Kadis seperti itu yang diinginkan oleh Bupati Sukamara?’ kami dari salah satu organisasi Jasa Konstruksi agak ragu, dan berpendapat, apakah tidak menimbulkan polemik nantinya jika terjadi beberapa proyek bermasalah di kabupaten ini, secara otomatis akan jadi sorotan dari Pemerintah Provinsi serta Pusat. Dan intinya, dapat dipastikan beberapa proyek terjadi masalah lantaran kendala alam yang sudah pasti akan dihadapi pada bulan September, Oktober, November dan Desember nanti.” Ungkap kontraktor ini ditemui (17/6/21) pagi tadi.

Terpisah, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anak Borneo (GAB), Zulkipli, SH menanggapi, “biasanya setiap daerah sudah menganggarkan pada tahun sebelumnya untuk pekerjaan yang akan dilelang di tahun ini, dan segala bentuk kemungkinan dalam kelebihan anggaran itu direncanakan dalam ABT.
Logikanya, dana lebih sudah ada tersedia. Nah, jika ada pemotongan anggaran untuk penanggulangan Covid-19 kaya ramai terjadi di tahun lalu, kenapa memotong yang sudah tersusun anggaran-nya lagi?'” Celetuk ketua LSM ini (17/6/21) via sambungan whatsapp.

Diia tambahkan, “Jadi, apa bila Lelang ditunda dan ditunda lagi, itu bisa disinyalir dan dapat diduga adanya unsur kepentingan dari orang nomor satu atau juga memang dari Kadis PUPR-nya di kabupaten itu yang terjebak dengan beberapa janji dia sendiri.” Timpal pria yang akrab disapa Ijul ini siang tadi.

(Yud).