Beranda Daerah “Harga Bahan Pokok di Mesuji Meroket”

“Harga Bahan Pokok di Mesuji Meroket”

330
BERBAGI

Mesuji , (radar news.id)- Beberapa harga bahan pokok seperti Cabai, Telor, Bawang, serta sayur-sayuran di beberapa pasar yang berada di Kabupaten Bumi Ragab Begawe Caram kembali mengalami kenaikan luar biasa yang membuat para ibu rumah tangga kembali menjerit.

Pedagang bahan pokok di Pasar Sidomulyo, yang biasa di sapa Bude Srii ini mengatakan, harga cabai saat ini mengalami kenaikan berkisar antara Rp20.000 hingga Rp28.000.

“Untuk cabai merah besar sudah naik Rp 88.000- 90.000 per kilogram (Kg) dari sebelumnya hanya Rp 60.000 per Kg. Cabai rawit di harga Rp85.000 per Kg dari sebelumnya Rp40.000 per Kg,” papar Sri, saat ditemui di lapak jualannya, Jumat (17/06/2022).

Ia juga menjelaskan, kenaikan juga dialami sayur-sayuran dan bawang seperti tomat yang mengalami kenaikan di harga Rp15.000 dari sebelumnya cuma Rp6.000 per Kg.

“Bawang yang mengalami kenaikan itu bawang merah sebesar Rp20.000 per Kg, yakni Rp55.000 dari sebelumnya Rp35.000 per Kg,” katanya lagi.

Hal senada diungkapkan para pedagang bahan pokok di pasar lainnya. Ia mengaku bahan pokok seperti cabai dan bawang mengalami kenaikan yang cukup tinggi sehingga membuat pembeli berpikir dua kali.

“Cabai merah besar sekarang di harga, bisa mencapai Rp98.000 per Kg, cabai rawit Rp85.000 per Kg. Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp28.000, bahkan ada yang menjual di angka Rp100.000. Untuk Bawang sendiri, yang mengalami kenaikan hanya bawang merah. Bawang putih masih stabil,” unjarnya, yang di amini para pedangan lainnya..

Sementara untuk bawang merah di harga Rp55.000 yang sebelumnya Rp35.000 per Kg. Bawang putih masih Rp30.000 per kilogram.

“Kenaikan ini disebabkan faktor cuaca juga menjelang hari raya Idul Adha, jumlah produksi petani yang gagal panen akibat kondisi cuaca buruk serta menjelang hari raya, biasanya pada naik semua,” singkatnya.

Salah satu pembeli cabai, Mutia mengaku kecewa lantaran semua bahan pokok yang mengalami kenaikan yang luar biasa.

“Coba tolonglah Pemerintah juga Dinas – Dinas terkait, sebenarnya Pemerintah melihat masyarakat kecil seperti kita ini seperti apa, apa-apa pada naik. Saya ini cuma ibu rumah tangga biasa. Pusing kepala saya kalau pada naik semua,” keluhnya.

(hdz/bima).