Beranda Daerah IPTU.Budi Setiawan : Setiap Hari Selalu Memberikan Arahan Kepada Personil Untuk Bekerja...

IPTU.Budi Setiawan : Setiap Hari Selalu Memberikan Arahan Kepada Personil Untuk Bekerja Sesuai SOP

512
BERBAGI

Bandung, (radarnews.id)-Ketatnya aturan yang diterapkan Satlantas Polrestabes Bandung terkait penerbitan Surat Izin mengemudi (SIM), sudah dirasakan oleh karin pelajar SMA pasundan, menurutnya ia sudah tiga kali mengikuti ujian untuk mendapatkan SIM namun tidak lulus, ada saja kendala yang dihadapi saat mengikuti ujian, semisal kitanya lulus di simulator, namun gagal saat Uji praktek, jika tidak lulus saat mengikuti Ujian SIM tersebut minimal satu minggu baru bisa mengikuti lagi ujarnya

Kasatlantas Polrestabes Bandung melalui Kasubnit 1 Regident IPTU. Budi Setiawan mengatakan, setiap hari Pihaknya selalu memberikan arahan kepada petugas untuk melaksanakan Standar Oprasional Prosedur (SOP) terkait penerbitan SIM salah satunya diberi Pencerahan dulu kepada pemohon yang akan melaksanakan uji teori,Uji Praktek.

Semua pemohon SIM kata Budi, akan mengikuti tahapan tahapan ujian, ada uji teori maupun uji praktek semua kita laksanakan, biaya sudah sesuai PP No 76 tentang PNBP, semua pemohon harus tes kesehatan dulu, adapun klinik yang ditunjuk dari Bidokes Polda Jabar itu diluar PNBP untuk biaya kesehatan ujarnya kamis (23/6/22)

Masih menurut Budi, petugas juga wajib memberikan pelayanan yang humanis kepada para Pemohon SIM, senyum, sapa, salam saat akan melakukan tugas, hingga tidak ada lagi Masyarakat yang kebingungan, Kami juga terbuka jika ada masukan-masukan dari luar guna terciptanya pelayanan prima kepada Masyarakat seperti yang diharapkan semua pihak.

“ Jika ada Petugas bekerja tidak sesuai prosedur, terkait pelayanan kepada Para Pemohon SIM itu akan dikenakan sanksi, berupa hukuman ringan jika kesalahanya tidak terlalu berat, atau sampai di mutasi jika tidak sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan” ujarnya.

“Beberapa upaya yang dilakukan oleh Pimpinan Kasat Lantas, termasuk Kanit Regident, “Kami selaku kasubnit 1 siap melaksanakan semua SOP yang sudah ditentukan, kemudian Kita memberikan arahan kepada Petugas atau Pelaksana dimasing masing loket, untuk tetap menjaga pelaksanaan penerbitan SIM agar tidak keluar dari koridor yang sudah ditentukan.”ujar Budi

Dalam paradigma baru pelayanan Publik prima kepada Masyarakat di era vandemi ini, Petugas Pemberi pelayanan perlu menciptakan suasana agar Publik merasa dipentingkan.

Publik mesti dianggap sebagai mitra, jangan berangapan Mereka yang levelnya lebih rendah atau diangap yang paling butuh untuk mendapatkan pelayanan. Seperti harus ada upaya sentuhan passion maknanya Petugas, agar benar-benar tulus, dan berupaya sebaik mungkin dalam memberikan pelayanan, bukan sekedar melepaskan kewajiban saja.

Seperti yang dialami oleh Karin, Pelajar SMA Pasundan, bisa menjadi masukan untuk para petugas, begitu besar semangat Anak ini untuk mendapatkan SIM, harus ada sentuhan verson kepada mereka yang sudah berkali-kali mengikuti Ujian untuk mendapatkan SIM namun selalu gagal, sehingga Mereka merasa ada perhatian yang diberikan petugas.

(Dwi Septi).