Beranda Daerah Khilafatul Muslimin Ummul Quro Metro Berikrar Setia Kepada UUD 45 Dan Pancasila

Khilafatul Muslimin Ummul Quro Metro Berikrar Setia Kepada UUD 45 Dan Pancasila

334
BERBAGI

Metro Lampung, (Radarnews.id)-Ketua Khilafatul Muslimim Ummul Quro Metro M. Andrian Sudarsono, nyatakan sikap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Kesbangpol dan BIN mendatangi kediaman Ketua Khilafatul Muslimin Ummul Metro, M. Andrian Sudarsono di Jalan Rambutan RT 14 RW 05, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, pada Jum’at (24/6/2022).

Kedatangan tim gabungan tersebut guna melakukan pendekatan persuasif agar ketua KM berikut Pengikutnya dapat berikrar setia ke pangkuan Ibu Pertiwi dengan ideologinya Pancasila.

M. Andrian Sudarsono kepada Media mengatakan telah berhenti menjabat sebagai Ketua Ummul Quro sejak dicopotnya plang Khalifatul Muslimin di Jl. Wolter Monginsidi, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat.

“Sebenarnya setelah diturunkan plang itu saya sudah tidak menjabat sebagai Ummul Quro lagi, karena Kita sudah melepaskan atribut dan lainnya. Artinya kita sudah menjadi Warga biasa,” ungkapnya.

Kepada Media Dia berjanji ingin kembali ke pangkuan NKRI agar dapat menjalani aktivitas sebagai layaknya Warga biasa. Dirinya juga mengaku bahwa pasca pembubaran KM di Indonesia, Jajaran Pengurus dan Anggota di Metro sudah tidak lagi melakukan aktivitas seperti biasa.

“Kedepannya Kita ingin beraktivitas seperti biasa dan seperti layaknya Masyarakat yang lain. Jadi Kita berkomitmen kembali ke NKRI. Sekarang sudah tidak ada kegiatan lagi, kita akan secepatnya berkoordinasi dengan Aparatur Pemerintah Kota Metro berikrar setia kepada NKRI,” paparnya.

Meski begitu, Dirinya mengaku tidak menyesali apa yang selama ini telah terjadi. Bergabungnya Andrian dan Puluhan Masyarakatnya ke dalam Khalifatul Muslimin hanya sebatas untuk memperkuat ibadah saja.

“Kalau bicara menyesal itu tidak, karena niatnya kita itu beribadah. Cuma karena sepengetahuan Kita yang tadinya tidak seperti ini, yang dianggap dilarang maka Kita merasa biasa biasa saja. Setelah kegiatan Kita ini dilarang, tentu Kita membubarkan diri”, pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Metro, Rosita menjelaskan kedatangannya di kediaman Ketua KM Ummul Quro Metro M. Andrian Sudarsono.

“Ini kaitannya dengan peristiwa beberapa hari lalu, Kelompok Khalifatul Muslimin ini sudah dilarang untuk melaksanakan kegiatan dan bahkan papan plangnya pun sudah harus diturunkan,” ungkapnya

“Berkaitan dengan itu juga, semua Anggotanya pun harus kita pastikan berfalsapah ke Negara Pancasila dan NKRI adalah harga mati. Kedepan kita akan menggelar acara ikrar untuk kembali meyakini bahwa falsafah Negara Kita adalah Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati, itu harapan Kita” tambahnya.

Rosita juga mengungkapkan bahwa sebanyak 56 anggota KM Ummul Quro Metro akan secepatnya melakukan ikrar setia kepada NKRI.

“Untuk warga Metro yang bergabung ke Khilafatul Muslimin itu kita data ada 11 KK dan setelah dilakukan pendataan secara rinci itu ada 56 anggota. Semuanya itu secepatnya akan berikrar kepada NKRI, kita minta bantu pak Andrian untuk mengumpulkan Anggotanya supaya bisa bisa secepatnya berikrar setia kepada NKRI, Pancasila dan UUD 45” tandasnya.

(Krisna).