Beranda Daerah Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung Melaksanakan Pembinaan Kemandirian Buka Lahan Pertanian

Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung Melaksanakan Pembinaan Kemandirian Buka Lahan Pertanian

559
BERBAGI

Tapanuli Utara, (radarnews.id) – Dalam rangka melaksanakan tupoksinya Rutan Kelas IIB Tarutung Kanwil Kemenkumham Sumut melaksanakan program pembinaan bagi Warga Binaan dengan membuka lahan pertanian yang berada disekitar Rutan Kelas IIB Tarutung, yang selama ini merupakan lahan tidur yang terbengkalai.

Dalam hal ini Rutan Kelas IIB Tarutung ikut aktif melaksanakan program pemerintah tentang ketahanan pangan (Ketapang).

Pada rencana nya Rutan Kelas IIB Tarutung membina WBP untuk bercocok tanam berupa sayur mayur di lahan yang sedang di kerjakan di area sekitar Rutan.

Jonias B. Pakpahan, S.H. selaku Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari keseriusan Rutan Kelas IIB Tarutung dalam melaksanakan pembinaan kemandirian terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan yang sedang dalam menjalani masa tahanan.

“Rutan Kelas IIB Tarutung juga mempersiapkan peralatan pertanian, bibit dan pupuk untuk menunjang maksimalnya hasil dari pertanian yang sedang di lakukan di area sekitar Rutan”, terang Jonias.

Esensi yang di harapkan dari kegiatan ini adalah dimana warga binaan pemasyarakatan sesudah keluar dari Rutan Kelas IIB Tarutung ( habis menjalani masa pidana) bisa mengaktulisasikan program – program kemandirian yang di dapat selama masa pembinaan di Rutan kelas IIB Tarutung.
Dan kembali kemasyarakat sebagai mana mestinya warga Negara Indonesia yang produktif, tegas Jonias.

Sementara itu Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Ismet Sitorus menjelaskan, ” Dalam rangka memberikan bekal hidup kepada warga binaan dan sambil menunggu masa hukumannya berakhir, warga binaan Rutan Kelas II B Tarutung kita berikan pembinaan dengan hal-hal positif. Selain dibekali keterampilan di dalam Rutan, warga binaan ini juga mengisi waktunya dengan kegiatan bercocok tanam, ungkap Ismet Sitorus kepada awak media pada, Kamis (3/8/2023).

“Dengan bimbingan dan pengalaman WBP kita diajarkan cara menanam yang baik dan sesuai dengan kultur tanah yang dimiliki. Dari hasil kajian serta berdasarkan kecocokan kultur tanah maka lahan yang kita miliki cocok untuk ditanami sayuran dan lain sebagainya”, ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam kegiatan bercocok tanam ini tidak semua warga binaan yang dapat melakukannya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi warga binaan salah satunya adalah mereka yang sudah menjalani proses asimilasi. Selain itu, memiliki skill dan kemauan untuk bekerja dan juga syarat lain yang menjadi penilaian utama adalah perilaku dan kelakuan warga binaan baik ketika berada didalam Rutan (tidak pernah melanggar aturan). Agar nanti pada saat di lokasi bercocok tanam mereka tidak melarikan diri beberapa putugas akan kita tempatkan sebagai pengawas pekerjaan.

Dengan adanya kegiatan ini, pihaknya berharap tidak ada pengangguran baru ketika warga binaan tersebut keluar dari Rutan Kelas IIB Tarutung. Kegiatan itu juga dapat membantu mereka menghilangkan rasa kejenuhan, bosan stress dan memacu semangat mereka untuk lebih bekerja, tutur Ismet.

(Reno H).