Metro Lampung ,(Radarnews.id)- Dalam waktu dekat IPLI akan turunkan Tim Ahli independen untuk menguji ketebalan dan kwalitas jalan aspal maupun jalan cor beton yang ada di kota Metro yang nota bene didanai oleh Pemerintah Bumi Say Wawai. Hal itu ditegaskan Ketua Umum ikatan Pemuda Lampung Indonesia Hermansyah TR kepada Tegartv baru baru ini.
Menurut Herman, TR bahwa Dirinya meragukan hasil kerja Pihak Rekanan yang kebanyakan dari luar kota Metro. Sebab salah satu jalan di Metro Selatan yang sedang Pihaknya periksa hari ini sangatlah tidak layak alias sangat tipis. Dirinya yakin ketebalan aspal pada jalan tersebut tidak lebih dari satu centi meter, haya pada bagian tertentu saja yang barangkali memilki ketebalan sesuai rencana anggaran belanja.
“Kita mau buktikan apakah hasil kerja Pihak ketiga di Metro tahun memiliki kwalitas yang baik, sehingga dalam waktu dekat Saya aka menerjunkan TiM independen, mungkin dari Unila maupun dari Universitas Muhamadiyah” tegas Hermansyah.
Oleh karena itu menurut Ketua IPLI, Pihaknya akan menerjunkan Tim Ahli dari Unila atau Universitas Muhamadiyah. Sehingga hasil kerja Pihak ketiga tahun ini akan diketahui. Apakah sesuai dengan rencana kerja yang di perintahkan oleh dinas terkait atau justru lebih banyak malingnya. Sehingga jalan yang dikerjakan di wilayah kota Metro, termasuk anggaran juga berasal dari Pemerintah kota Metro yang artinya dana tersebut milik Rakyat kota Metro juga.
Selain meninjau jalan, IPLI juga mendatangi pabrik dadakan untuk membuat jalan cor wilayah kota Metro maupun kabupaten Lampung Timur. Menurutnya sesuai surat perintah kerja dari dinas PU, bahwa untuk membuat jalan cor beton sudah seharusnya memiliki ketentuan yang tidak bisa dirubah, seperti adukan harus semen apakah sudah sesuai, yang menurutnya apakah pabrik dadakan tersebut akan memiliki kwalitas seperti pabrik milik Slamet di Tegineneng.
“Kalau pabrik untuk jalan cor beton di Metro seperti ini, sangat diragukan kwalitasnya, selain itu Saya juga ragu kalau Pemilik pabrik ini telah mengantongi ijin dari Pemkot Metro” papar Ketua IPLI itu.
Selain itu, menurutnya apakah sudah memiliki ukuran adukan antara semen dengan pasir maupun batu split sudah sesuai dengan keinginan Pemerintah Bumi Say WAWAI, sebab Dirinya yakin jika membeli produk dari luar pasti akan mendapat keuntungan lebih besar, apalagi pabrik dadakan seperti yang sedang beroperasi di kelurahan Yosodadi Metro Timur, dan ini pasti beresiko terhadap hasil pekerjaan nantinya. Apalagi Pemborongnya sudah berniat mencari keuntungan sebesar besarnya, tanpa memperdulikan manfaat yang akan diterima Masyarakat.
Selain itu, Hermansyah juga meragukan bahwa pabrik dadakan adukan semen dadakan tersebut sudah mengantongi ijin dari Pemkot setempat atau bisa jadi aktivitasnya ilegal, sebab kegiatan Mereka tersebut sangat berdampak pada kesehatan Warga sekitar, karena debunya beterbangan hingga Kerumah penduduk maupun kantor Puskesmas Yosodadi. Sehingga dikhawatirkan akan mencemari udara dilingkungan setempat.
(Krisna).



