Beranda Daerah KONDISI TUGU PERBATASAN JATENG-JATIM DI SOROT DPRD, BERULANG KALI INGATKAN PEMPROV

KONDISI TUGU PERBATASAN JATENG-JATIM DI SOROT DPRD, BERULANG KALI INGATKAN PEMPROV

1333
BERBAGI

Rembang,(radarnews.id)-DPRD Jateng sering mengingatkan Pemprov Jawa tengah terkait dengan kondisi tugu perbatasan di Kercamatan Sale, kabupaten Rembang yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Jatirogo, kabupaten Tuban Jawa timur belakangan jadi bahan perbincangan lantaran kondisinya yang tak sebanding dengan milik Tuban Jatim.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Aziz mengakui, jika kondisi di kawasan perbatasan milik Jateng di sisi timur terkesan kurang diperhatikan. Pihaknya sudah sering mengingatkan hal itu kepada Pemprov Jateng. Iamenyebutkan, soal wajah timur Jateng fokusnya memang di perbatasan.

Menurutnya, ada dua titik yang seharusnya ditata di kawasan itu. Pertama adalah jembatan agar terlihat cantik dan ikonik, serta yang kedua adalah tugu batas,”jelasnya. Politisi PPP itu mengungkapkan, tanda batas Jateng yang berupa candi seharusnya dipasang di dua sisi jalan.

Sehingga harus dipikirkan soal pembebasan lahan di salah satu sisi jalan yang tidak terpasang tugu batas. Sudah sering kami ingatkan. Betul (terkesan kurang diperhatikan). Soal wajah Jateng, ada dua titik yang harus ditata, jembatan agar tampak cantik dan ikonik serta tugu batas. Kami akan kembali mengusulkan itu,” terang Aziz.

Wajah Jateng alias tugu perbatasan di wilayah timur tepatnya di Desa atau Kecamatan Sale Rembang memang terlihat kalah gagah dan megah dibandingkan dengan milik Jatim. Pemandangan kontras bisa terlihat saat pengendara melintasi batas tersebut.

Tugu perbatasan milik Jatim berupa bangunan di dua sisi jalan dengan tinggi menjulang. Bangunan tersebut dilengkapi dengan identitas kedaerahan berupa nama dan juga logo daerah dengan mencolok. Sedangkan milik Jateng hanya berupa bangunan candi kecil dengan tiga atap model susun. Tidak seperti milik Jatim, bangunan tersebut hanya berada di salah satu sisi jalan. Sekilas terkesan tidak ada tanda batas mencolok yang mengidentifikasi wilayah Jateng. Apalagi, kondisi candi juga terlihat kurang terawat lantaran ada sejumlah sisinya ditumbuhi tanaman liar.

Kritik pedas datang dari seorang warga setempat, Suyadi. Menurutnya, Jateng harus berbenah soal kondisi tugu perbatasan di desa Sale yang berbatasan langsung dengan Tuban. Apalagi, kondisi tugu di wilayah perbatasan Sale merupakan salah satu wajah Jateng dari sisi timur.

Ia menyarankan, seharusnya Pemprov Jateng membangun kawasan tugu perbatasan di Sale agar lebih elok dipandang. Umumnya wilayah perbatasan, seharusnya ada dua bangunan di masing-masing sisi jalan.

“Seharusnya Jateng berbenah terkait tugu perbatasan, Sebagai wajah Jateng di perbatasan timur, tugu perbatasnya seharusnya direnovasi. Apalagi, bangunan candi sekilas kurang nampak karena ada rerimbunan pepohonan,” terang Suyadi.

(Jon)