Bandarlampung,(Radarnews.id)-Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Lampung Apriliati mengaku, memang recofusing anggaran di tahun 2020 yang dilakukan oleh TPAD seperti belanja tidak langsung hingga miliaran rupiah, ini jobpang.
Akhirnya ketidak seimbangan anggaran itu muncul perdebatan,kedepan akan dimasukkan sebagai rekomendasi perbaikan.
“Dalam recofusing di Dinas bisa dilihat sejauh mana pentingnya anggaran itu. Ini muncul di rapat LKPj, menurut saya harus ditinjau ulang.
Seperti pembelian alat alat pertanian dan bibit sekitar Rp12 juta, sementara belanja pengadaan tas dan spanduk (Belanja tidak langsung) itu bisa miliaran, sepertinya berat sebelah dan itu akan dimasukkan ke rekomendasi DPRD,” kata April di Ruang Rapat Komisi, Selasa (25/5).
Sementara, anggota Pansus Ikhwan Fadil Ibrahim mengatakan, Pemprov jangan asal memotong anggaran OPD. Dikhwatirkan berdampak pada kegiatan mereka, sehingga terjadi ketidak sesuaian kinerja.
“Ini jangankan direcofusing, kita tambah anggaran saja masih bisa tidak berjalan, bagaimana mau memenuhi 33 janji kerja gubernur dan wakil gubernur, kalau anggaran saja banyak direcofusing.
Kepala Bappeda Lampung Mulyadi Irsan mengatakan, bahwa recofusing anggaran dilakukan berdasarkan keputusan bersama dengan OPD masing-masing dan disesuaikan dengan kegiatan OPD mana yang membutuhkan anggaran yang paling besar.
“Recofusing anggaran disesuaikan dengan OPD masing-masing misalnya dinas pendidikan anggaranya besar sampai triliun tetapi kami tidak berani dan tidak bisa memotong anggaran karena dinas pendidikan ini ada bantuan operasional sekolah (BOS) dan lainnya,” tutup Mulyadi Irsan.
(Han).



