Metro-Lampung,(radarnews.id)-Setelah dua pekan Sumarsih bikin laporan ke Polisi, terkait dana bantuan dari Presiden untuk UMKM-nya yang hilang didalam rekeningnya, Rabu kemarin.(16/6).
Dia mengaku didatangangi Orang yang mengaku Pimpinan Koperasi Mekar yang beroperasi di Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.
Menurut Sumarsih, Pentolan Koperasi Mekar yang Dia sendiri tidak tahu namanya, namun Dia dapat memastikan kalau Tamunya datang atas nama Koperasi Mekar. Pada Rabu kemarin mengajak berdamai dengan Dirinya.
Sumarsih mengaku kedatangan Orang penting di koperasi Mekar tersebut berniat mengajak Dirinya berdamai, namun niat Koperasi Mekar itu Ia tolak. Sebab kasus tersebut telah Ia laporkan ke Polisi, maka Dia menyarankan kepada Tamunya untuk berurusan dengan Aparat Kepolisian Polres Metro saja.
“Karena saat ini kasus tersebut sudah Saya laporkan ke Pihak Kepolisian Polresta Metro. Maka sebaiknya Anda berurusan dengan Kepolisian dari Polres Metro”. Hal itu Ia katakan kepada radarnews.id melalui hand phone sekitar pukul 12.00 pada Kamis siang.(17/6/2021)
Sumarsih mengakui, secara pribadi Dirinya bisa diajak berdamai, meski Almarhum Suaminya telah menjadi Korban. Namun bukan itu yan Ia inginkan, tapi bagai mana kasus tersebut bisa di selesaikan secara Hukum serta Dirinya mendapat keadilan. Sebab Suaminya sudah menjadi Korban akibat ulah Oknum Koperasi Mekar tersebut.
Selain itu, Dia juga meminta Pihak Kepolisian untuk memeriksa Oknum BNI yang telah merealisasikan pencairan dananya oleh Oknum Koperasi Mekar. Sebab menurutnya didalam aturan perbankan pasti ada tata cara mencairkan dana Nasabah, tutupnya..
(Krisna).



