Metro, Lampung (Radarnews.id)- M. Maksum minta Pemerintah kota turun ke TPA 23 Karangrejo Metro Utara untuk menata sampah yang ada di tempat pembuangan akhir (TPA) setempat, sebab jika dibiarkan bukan tidak mungkin kota Metro khususnya Metro Utara akan tenggelam jadi lautan sampah. Sebab setiap harinya ada dua puluh tiga truk sampah yang dibuang di TPA ini.
“Kalau dibiarkan terus menerus sampah baik dari dalam maupun luar Metro, bisa jadi Karangrejo ini akan jadi lautan sampah, sebab sampah yang dibuang bukan hanya dari Metro, kendaraan yang dari luar juga dibuang kesini, ada dari Pekalongan dan lainya” papar M Maksum.
Pensiunan Lingkungan Hidup kota Metro itu mengaku, bahwa sampah yang masuk bukan hanya dari kota Metro semata, bahkan ada dari luar seperti dari Kecamatan Pekalongan Lampung Timur turut nimbrung membuangnya TPA Karangrejo ini.
Pemulung ini mengaku melakukan profesinya untuk menghidupi Anak Istrinya dirumah. Dirinya berharap Pemerintah kota Metro terjun langsung turun ke TPA ini untuk melihat kondisi di lapangan.
“Kita menekuni profesi ini untuk menghidupi Keluarga di rumah Pak” jelas M Maksum.
Selain itu, Mantan PNS Metro ini berharap agar Pemerintah dapat menghangatkan ban ekxavator yang sudah gundul, kalau dulu harganya sekitar dua belas juta Rupiah per satu bannya.
“Saya berharap Pemerintah kota Metro, terutama Bapak Walikota agar bisa melihat kondisi di lapangan yang sebenarnya, coba lihat ban alat berat di TPA ini sudah pada gundul” pungkasnya
Terkait informasi dari TPA 24 Karangrejo Metro Utara kepada Media mengatakan bahwa permasalah sampah dari luar kota Metro masuk TPA Karangrejo tersebut mengatakan bahwa saat ini masalah tersebut sedang dalam pembicaraan Pimpinan.
Bahkan Sekretaris DLH Metro Yerry Noer Kartiko menyebut bahwa banyak persoalan yang harus di benahi oleh Pemerintah. Namun kalau terkait dalam operasinya Para Pemulung tidak mematuhi protokol kesehatan, itu merupakan tanggung jawab Mereka sendiri. Karena Mereka itu bukan Pegawai Kita.
Selain itu, di lokasi TPA 23 Karangrejo itu juga terdapat satu unit exavator yang terbengkalai. Kepala UPTD TPA 23 Karangrejo mengaku tidak berfungsinya alat berat tersebut karena kerusakan pada sistim injeksinya.
“Itu kerusakan pada sistim injeksi, namun hingga kini belum di ganti oleh Pemerintah kota Metro”. tutupnya.
(Krisna).



