Beranda Daerah Kondisi Sekolah Memprihatinkan, Pengakuan Kepala sekolah Tombok Dana BOS

Kondisi Sekolah Memprihatinkan, Pengakuan Kepala sekolah Tombok Dana BOS

593
BERBAGI
Lampung Timur,(radarnews.id)- Kondisi SMP PGRI 1 Jembrana kecamatan Waway Karya, kabupaten Lampung Timur, kondisinya sangatlah memprihatinkan, dimana tampak jelas bangunan gedung banyak yang bolongĀ  bolong karna pada lapuk flaponnya, sehingga bila turun hujan siswa siswi tidak dapat belajar dan keluar dari ruang kelas.
Saat di tanya dikantornya, kepala sekolah SMP PGRI 1 Waway karya, Sundari, S.pd. pada hari senin (21/11/2022) diri nya menjelaskan anggaran untuk biaya Pemeliharaan sekolah dalam satu tahun nya hanya mendapatkan sebesar rp 1.000.000. Kalau anggaran untuk perawatan menurutnya, tidak ada.
Sundari menjelaskan bahwa Melihat kondisi sekolah, ia sangat khawatir akan kondisi sekolahannya namun apa daya, bila hujan siswa siswi nya di minta untuk keluar dari ruangan belajar dirinya khawatir bila atap flapon runtuh tentu, sangat membahayakan keselamatan siswa siswinya.
Sundari mengaku Terkait penganggaran Dana BOS disekolah nya, Bahwa pada saat pembagian gaji guru Honor, ia selalu tombok sebesar Rp.10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah), tapi sekarang bukan diri nya lagi sebagai kepala Sekolah, sudah ada kurang lebih tiga bulan di gantikan dengan pak Gatot Sebagai Kepala Sekolah.
Dilain Pihak, Tim investigasi menanyakan terhadap siswa – siswi , dan bahwa mereka mengatakan bahwa Mereka harus membayar uang SPP sebesar Rp. 600.000; ( enam ratus ribu ) per tahun, juga setiap turun bantuan program Indonesia pintar ( PIP), bagi yang dapat selalu di potong, guna keperluan untuk membeli buku, jelas beberapa siswa.
Diduga dalam penganggaran Bos, tidaklah sesuai dengan apa yang di paparkan Sundari,S.pd, selaku kepala sekolah saat itu.
Untuk itu diharapkan kepada Dinas pendidikan untuk dapat meninjau serta melihat kondisi sekolah ataupun Manajemen Belajar Mengajarnya.
Di karena kan fasilitas sekolah peranannya sangat penting dalam mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Fasilitas sekolah yang dimaksud adalah sarana dan prasarana yang digunakan oleh semua pihak yang ada di sekolah, baik guru, murid, kepala sekolah, maupun TU.
Jadi bukan hanya untuk guru dan murid saja, fasilitas sekolah bisa berpengaruh terhadap kualitas sekolah dan pembelajaran.
Prasarana adalah alat yang secara tidak langsung membantu untuk mencapai tujuan dalam pendidikan, seperti lokasi, gedung sekolah, lapangan olahraga, uang dan lain-lain.
Sementara sarana untuk mencapai tujuan pendidikan, kondisinya Sangat memprihatinkan.
(Jamil).