Beranda Daerah DIDUGA PROYEK SILUMAN DI KERJAKAN ASAL JADI, TERINDIKASI SARAT KKN

DIDUGA PROYEK SILUMAN DI KERJAKAN ASAL JADI, TERINDIKASI SARAT KKN

635
BERBAGI

Lampung Timur ‘( radarnews.id)-Proyek PUPR Lampung Timur anggaran 2022 Untuk infrastruktur yang ada di Desa Bukit Raya, Su (43) dan beberapa warga desa Bukit raya Kecamatan Marga sekampung Kabupaten Lampung timur terkait proyek Lataston yang berlokasi di RT 7 Dusun 3, bisa di katakan proyek siluman .

Pasalnya proyek sangat tertutup tidak ada keterbukaan publik karena di lokasi tidak terdapat plang nama atau papan informasi, jadi tidak diketahui nilai pekerjaan tersebut seberapa anggaran nya,melihat dari panjang bangunan tentu menelan anggaran negara yang tidak sedikit nilai nya.

di lokasi tidak di temukan baik itu kontraktor maupun kosultan atau dari dinas yang lakukan pengawasan,  tentu proyek tersebut dikerjakan kurang berkualitas di karnakan tidak adanya pengawasan dari dinas terkait ”  jadi di kerjakan nya asal jadi “, tentu kualitasnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat, jika hasilnya tidak berkualitas tentu tidakakan bertahan lama akan mengalami rusak kembali, pekerja proyek tersebut Kepala tukang berasal dari Sukadana.

” Nampak pada bangunan jalan tersebut selain tidak semua area badan jalan yang ditaburi batu juga melihat dari ketebalan pengaspalan nya pun sangat tipis masih banyak terdapat rongga”, tapi anehnya meskipun konsultan nya pernah kesitu dan tahu proyek yang sedang dikerjakan tetapi diduga masih menyalahi spesifikasi, namun proyek tetap berjalan, paparnya.

Mendapat informasi, wartawan media ini melakukan penelusuran dan bertemu langsung dengan Herman kepala tukang, Sabtu (10/12/2022), menurutnya proyek yang di kerjakan nya menggunakan batu split 3/4 dan 2/3, namun seperti tidak mengacu juklak dan juknis atau (Rencana Anggaran Biaya) RAB bangunan tersebut tidak ditaburi pasir, dirinya juga menyebut bahwa kontraktor nya adalah Lucki dari Sukadana, sembari seperti hendak meralat ucapan nya.

Ketika ditanya tentang pengerjaan terkait teknis maupun spesifikasi Herman enggan untuk menjelaskan, dirinya malah menjawab bahwa tukang dibayar 125 ribu rupiah perhari.

Saat ditelusuri alamat dan nomor ponsel Lucki seorang nara sumber dari kontraktor lain (sejawat kontraktor-red) yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa Lucki adalah keluarga dekat salah satu pejabat penting di Lampung timur, namun wartawan tidak begitu saja mempercayai dan memilih untuk menghubungi lucki via ponsel agar mendapat informasi yang akurat, , namun hingga berita ini di tayangkan hendpone yang bersangkutan tidak aktif dan belum bisa dihubungi.

(Ton/Jml).