Beranda Daerah Ada Sesuatu-kah, dr. Erla Mundur Dari Jabatan Kadiskes Metro

Ada Sesuatu-kah, dr. Erla Mundur Dari Jabatan Kadiskes Metro

416
BERBAGI

Metro Lampung, (Radarnews.id) – Kepala Dinas kesehatan Kota Metro Erla Andianti dikabarkan mundur dari Jabatannya. Diduga penyebabnya terkait pembayaran insentif Tenaga kesehatan Tim covid 19 oleh Pemerintah kota Metro,Rabu (28/12/2022).

Walikota Metro Wahdi Sirajuddin membenarkan kabar mundurnya Erla Andrianti dari jabatan Kadiskes itu. Ditanya soal penyebab mundurnya Kadiskes itu, Wahdi hanya mengatakan, Pejabat struktural harus taat asas, serta loyal kepada pimpinan pemerintahan .

“Pemerintah menjalankan pelayanan dengan berintegritas, akuntabilitas, transparan juga harus ada harmonisasinya. Ada nilai kolaborasi, serta juga harus menguasai semua, seperti dalam hal asas peraturan perundang-undangan, semua itu penting sekali dalam mewujudkan pembangunan di kota ini,” ungkap Wahdi, Selasa (27-12-2022).

Wahdi juga meminta Wartawan bertanya langsung kepada yang bersangkutan terkait alasan mundur dari jabatan Kadiskes.

“Ya tanya sama Beliau, tanya sama yang bersangkutan. Mundur itukan yang bersangkutan. Teman-teman kan bisa menilai semuanya. Tentu yang pertama kali kita bisa melihat dari keberhasilan RPJMD yang termuat dalam RPJMD 2021-2026. Artinya harus tahu visi misi dan program,” kilahnya.

Disinggung terkait loyalitas Kadiskes kepada Walikota, Wahdi mengakui yang bersangkutan memiliki loyalitas dan tidak ada masalah.

“Ya dong loyal, ada hal penting yang mungkin menurut Beliau harus dilakukan, (sehingga) mengambil keputusan itu loh. Tidak, tidak ada masalah. Kalau ada masalah musti ada hal-hal lain misalnya apa, mengaku ada evaluasi, lah-kan ini tidak ada tidak,” jelasnya.

Terkait dugaan dana insentif Nakes Tim Vaksinator covid-19 yang belum terbayar, menurut Wahdi persoalan pengelolaan anggaran telah diatur oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

“Kita punya TAPD. Saya hanya mengatakan bahwa bekerjanya pemerintah berdasarkan asas peraturan-peraturan yang ada dan kepatutan. Jangan tidak melakukan sesuatu yang tidak ber-azas” ucapnya.

“Yang kedua, ada azas patut tidak dilakukan, gitu loh. Kalau tidak patut, tidak boleh. Saya pikir tanya langsung saja ke Beliau, nanti kalau Saya yang jawab takut keliru” kilahnya.

Sayangnya, yang bersangkutan (Erla Andrianti) belum berhasil dikonfimasi terkait alasan pengunduran diri dari jabatan kadiskes.

(Krisna).