Beranda Hukum & Kriminal Mesuji Berdarah Lagi, Namun Pihak Kepolisian dan TNI Berhasil Buat Kondusip.

Mesuji Berdarah Lagi, Namun Pihak Kepolisian dan TNI Berhasil Buat Kondusip.

494
BERBAGI

MESUJI (Radar News) -Kembali terulang Bentrok  ditanah Register 45 tepatnya di kawasan Karya Tanai arah desa Berabasan kecamatan Tanjung Raya kabupaten Mesuji.selasa (24/12/19).

Wayan Ana  merupakan seorang korban warga register karya tani yang rumahnya dirusak warga sekaligus korban amuk masa kini dilarikan kerumah sakit daerah kabupaten Mesuji, hingga saat ini masih dalam penangan medis dengan luka bacokan di sekitar muka dan kepala.

Awal kejadian Pada Hari Sabtu 21 Desember 2019 telah dilaksanakan kegiatan pertemuan dan musyawarah antara warga Karya Tani dan pelompok Wayan Ana terkait dengan klaim lahan warga yg dilakukan Wayan Ana.

Kemudian telah disepakati bersama antara kedua belah pihak akan diselesaikan dalam waktu 15 hari,namun
pada hari Senin 23 Desember 2019 Wayan Ana melakukan penyetopan bajak dilahan dan Wayan ana mengklaim lahan fasum desa seluas 2,5 ha yang terletak di belakang kediaman Wayan Ana dan di sebelah Masjid Karya Tani Reg 45.

Terkait dengan aksi tersebut warga pada ahirnya merasa terganggu dan sangat resah dengan perbuatan Wayan Ana dan warga melaporkan peristiwa tersebut kepada ketua kelompok Ketut Sukarte.

Pada Hari Selasa,24 Desember 2019 sekira pukul 08.00 wib seluruh pengurus kelompok (RT/RK) berkumpul dikediaman Ketut Sukarte utuk membahas permasalahan,
Dalam rapat tersebut disepakati, bahwa warga sepakat akan mengusir Wayan Ana dari lokasi Karya Tani karna jika dibiarkan maka akan timbul masalah baru.

Pada pkl. 08.00 wib warga gabungan berbagai suku dengan mengendarai sepeda motor yg berjumlah ratusan dengan menggunakan kendaraan roda dua( R2) menuju kediaman Wayan Ana yg saat itu berada dirumahnya bersama dengan anak istri dan sobirin.

Sebelum masa datang Ketut Sukarte sudah menyampaikan kepada Wayan Ana bahwa massa akan datang namun Wayan Ana tidak menggubrisnya bahkan sempat melawan sehinga warga emosi dan mengejar Wayan Ana dan sebagian warga merusak dan menghancurkan kediaman WayanAna.

Aksi massa bisa diredam oleh anggota Polres dan TNI setempat sehingga tidak ada korban tambahan hingga saat ini susananya mulai aman kondusif.(ed/mat).