Beranda Cianjur Wow, Musim Hujan Tiba, Tapi Beberapa Wilayah Di Cisel Masih Kekeringan

Wow, Musim Hujan Tiba, Tapi Beberapa Wilayah Di Cisel Masih Kekeringan

200
BERBAGI

Cianjur, (Radarnews.id)  – Awal tahun 2020 Intensitas hujan memang cukup tinggi, bahkan di wilayah Jabotabek, saat ini pun tergenang banjir yang masih tinggi.

Namun kenyataan tersebut, berbanding terbalik dengan bebarapa kecamatan di Cianjur Selatan, yang masih dilanda kekeringan. Hal itu terjadi lantaran turunnya hujan masih belum merata.

Berikut kecamatan-kecamatan yang masih mengalami kekeringan, Kecamatan Naringgul, Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta, Cibinong dan Kecamatan Leles.

Para petani di wilayah kecamatan-kecamatan tersebut hanya bisa pasrah, mana kala musim tanam tiba, mereka masih harus meratapi nasibnya yang belum mendapat pasokan air.

Adapun upaya yang dilakukan oleh para petani yang memiliki modal tinggi, untuk mengairi ladang/sawahnya. Mereka menggunakan mesin diesel untuk menyedot air dari sungai, “itu pun kalau memang masih ada air melimpah di sungai,” ujar salah seorang petani.

Mensiasati ketidak tersediaan air tersebut, sebagian petani di Kampung Pesawahan Rawakalong, Desa Nagasari, Kecamatan Leles, serta di Desa Bojongterong Agrabinta, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Para petani terpaksa menanam padi dengan cara di aseuk atau di huma, padahal para petani sebetulnya sudah menanam benih padi di persemaiannya yang sudah tumbuh tinggi.

Ya, adalah Hasan (52), salah seorang pegiat tani asal Kacamatan Leles, dirinya mengatakan demi mangikuti musim bertani tiba, para petani terus mencari jalan lain supaya tidak ketinggalan ketika musim panen tiba.

“Secara garis besar sawah di daerah kami belum tergenangi air, adapun sebagian petani yang menyedot air mengunakan mesin diesel dengan cara menyewa dari petani lainnya. Namun bagi petani yang tidak cukup modal, mereka menanam padi dengan cara di aseuk atau huma, alasannya ya itu tadi, tidak adanya air untuk pesawahan,” kata Hasan saat di hubungi via telepon sellular, Sabtu, (04/01).

Terpisah, salah seorang petani asal Kecamatan Agrabinta Yanto (40) mengatakan, betul kalau di wilayah lain Intensitas hujan sudah cukup tinggi, tapi di daerah kami belum seperti itu, sehingga sawah dan permukiman warga pun masih kekeringan.

“Melihat di televisi dan media sosial Facebook kalau dibeberapa daerah seperti Bogor, Bekasi, Jakarta, Banten, Tangerang Insenitas hujan tinggi besar sehingga mengakibatkan banjir, tapi di Kecamatan Agarabinta dan Leles curah hujan masih belum maksimal, kami dengan warga lainya terpaksa bercocok tanam sawah seperti dikebun menanam padi dengan cara di asek atau huma,” katanya.

Sementara Sekrtaris Desa (Sekdes) Pusakasari H. Mansyur pun membenarkan keadaan tersebut, benar pak (*red), warga di pesawahan Cijeruk Desa pusakasari Kecamatan Leles pun menanam padinya beralih dengan padi huma, yang cara bercocok tanamnya dengan cara di asuk.

“Cara bercocok tanam seperti itulah yang bisa dilakukan warga kami, mengingat pasokan air tidak ada,” ujarnya. (Ali).