Beranda Daerah PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI SIBIRI BIRI MARTODO KECAMATAN BAKTI RAJA DIDUGA TIDAK SESUAI...

PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI SIBIRI BIRI MARTODO KECAMATAN BAKTI RAJA DIDUGA TIDAK SESUAI DENGAN RAB 

1047
BERBAGI

BAKTIRAJA HUMBAHAS,(RadarNews) -Desa Marbun Dolok, Kecamatan Bakti Raja Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kini menjadi sorotan. Pasalnya, dari hasil pantauan Radar.News bersama Ketua Persatuan Jurnalis Humbang Hasundutan 12 (PJH-12) di lokasi tersebut, terlihat pembangunan saluran irigasi yang dibangun belum berapa lama, di diduga tidak sesuai RAB.

Radar.News dan juga PJH-12 mencoba untuk melihat dan menelusuri saluran pengairan (Bondar cacing) sepanjang bangunan yang berukuran -+400 Meter, saat wartawan memantau dan melewati saluran pinggiran paret ini, terlihat dari kondisi saluran Irigasi tersebut retak dan diduga untuk ketebalan pasangan pondasi hanya berkisar panjang sebatang  rokok Dji Sam Soe.   

Saluran irigasi ini merupakan sumber untuk mengaliri seluruh persawahan yang sekian puluh hektar persawahan dan juga ladang masyarakat yang ada .“Saluran tersebut sudah terlihat retak , padahal saluran pengairan sawah ini memakan biaya Rp.277.411.000.00,” dari Dana Desa TA.2019 ungkap salah satu warga yang tidak mau disebut identitasnya kepada Radar.News dan PJH-12 Martua.M.Siregar, Kamis (6/02/2020) sekitar pukul 09.30 wib.

Warga juga menyampaikan, selaku warga disini sangat kecewa dan merasa mengeluh, karena saluran irigasi (Bondar cacing) inilah yang digunakan untuk mengaliri persawahan dan juga ladang masyarakat Sibiri Biri Marbun Tonga Marbun Dolok ( MARTODO ) Kecamatan Bakti Raja. Karena kondisi saluran irigasi itu pemasangannya khusus pondasi bisa dikatakan hanya sedalam satu batang rokok Dji Sam Soe .

Ditambahkan warga , pada saat pengerjaan kepala desa hanya melibatkan keluarga Kerajaan Marbun Tonga Marbun Dolok (MARTODO) saja . Namun ia tidak tahu betul apa penyebab retaknya bangunan beton saluran pinggiran tersebut. Ia menduga pengadukan (campuran) semen dengan materaial yang tidak sesuai spek dan tidak mengikuti RAB karena kemungkinan dikurangi dari apa yang tertuang dalam RAB.

“Kalau tidak salah pembangunan Dana Desa (DD) tahun 2019 ini baru sekitar kurang lebih 2 bulan usai bangunan sudah banyak yang langsung retak. Tapi kami lihat tidak ada tindakan serius,” ungkapnya. Lanjutnya, “bahkan bangunan pinggiran beton sudah mulai terkikis , apabila nantinya musim hujan datang, maka tanah penahan disepanjang pinggiran saluran tergerus dan bangunan akan ambruk.

Warga berharap kepada Pemerintah khususnya  Inspektorat kab.Humbang Hasundutan untuk segera menindaklanjuti masalah ini, dan diminta untuk segera  memanggil dan memeriksa Kepala Desa Martodo .Bilamana terbukti agar segera diproses dimuka hukum.” Semua hanya demi kebaikan warga, khususnya untuk seluruh warga Marbun Tonga Marbun Dolok sendiri,” tutup warga.

Namun sampai berita ini dikirim ke meja redaksi, Kepala Desa Martodo, ketika disambangi kekantornya tidak berada ditempat dan juga saat dihubungi beberapa waktu yang lalu melalui hp selulernya tidak aktif , apa mungkin ia alergi terhadap para wartawan dan LSM, hanya hukumlah yang bisa menindaknya. (B.N).