Beranda COVID-19 Mengaku tak Diperlakukan dengan Baik, Pasien Positif Covid 19 Mengamuk, Hingga Pecahkan...

Mengaku tak Diperlakukan dengan Baik, Pasien Positif Covid 19 Mengamuk, Hingga Pecahkan CCTV

1142
BERBAGI

DHARMASRAYA, (RADARNEWS.ID) -Empat orang pasien positif covid-19 mengamuk di ruang isolasi rumah sakit. Bahkan salah satu asien yang diketahui berinisial S (51) sampai nekat memecah kamera cctv ruang isolasi. Hal ini lantaran kesal karena tak diperlakukan layaknya seorang pasien.

“Kami sudah lima hari disini, kami tidak di cek, saat ditelpon jawabnya nanti dikomfirmasi,” ujar S (51) kepada Yosrisal via telpon di Covid19 Center Puskesmas Sialang Kamis (30/4).

Tak hanya itu, S dan rekannya juga sangat kesal lantaran kamar ruang isolasinya tidak dibersihkan. “Kami sangat kesal, karena tidak bisa sejak dirawat disini ia tidak pernah dicek. Dan sampah tidak pernah dibuang, saat kami mau buang sampah tidak boleh dan dimarahi,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi kamar mandi airnya macet. Dan embernya sudah berlendir. “Kran air yang rusak kita pesan dari rumah dan kita bawa dua buah. Dan ember airnya sangat kotor, sementara pembersih WC tidak ada, kami minta dua harinbaru sampai, itupun barang bekas,” kesalnya

Bahkan, saat ditanya persoalan makan pasien selama diisolasi, S (51) menyampaikan bahwa pada awalnya tidak sesuai.

“Persoalan makan ini beberapa hari sempat terlambat. Teman ini hari pertama sarapan pagi datang jam 15.00 wib, dan dimakan jam 16.00 wib. Sedangkan saya puasa, makanya dapat jatah makan jam sahur dan berbuka. Kita telpon pak rahmadian, inshaallah telah sesuai permintaan pak,” ujarnya

Katanya, untuk kondisi fisik kami tidak ada masalah, tidak ada gejala dan semuanya baik-baik saja.
“Kami diberikan obat antibiotik, paracetamol, sedangkan vitamin pada hari ketiga dikirimkan oleh Tim Dharmasraya Peduli Covid19, bukan pemerintah pak,” ujarnya.

Terkait dengan tempat isolasi ini, ia sangat menyayangkan kondisi ini. “Kami dikarantina tampa ada perhatian dari dinas kesehatan, saat ditanya jawabnya nanti dikomfirmasi,” jelasnya.

Katanya, ia sangat siap untuk dikarantina atau isolasi oleh pemda. “Kita siap diisolasi, namun tolong fasilitasi juga kesehatan kita oleh pemda atau dinas ini,” katanya.

Selain itu, keluarganya juga tolong dibantu kebutuhannya lauk pauk dan sayurnya, kalau hanya beras dan mie instans kami juga takut makannya pak, karena jarang makan mie pak.

Sementara itu, dokter jaga di Covid Center Puskesmas Sialang, dr. Nelvi Annisa didampingi perawat Syahril membenarkan adanya pasien lositif covid19 yang mengamuk di ruang Isolasi.

“Memang ngamuk, sampai cctv dirusak. Saat ditanya ke pasien ia kesal tidak pernah dicek dan setelah dicek semuanya normal,” ujarnya

Mendegar keluhan pasien ini, Tim Pengawas Covid 19 Sumbar, Yosrisal mempertanyakan kesiapan pemda Dharmasraya dalam penanganan Covid 19 kepada dr. Nelvi Annisa yang betugas di Covid Center Puskesmas Sialang, Kecamatan Pulau Punjung.

“Apakah ruangan isolasi atau sarana prasarana yang ada di Covid Center ini sudah layak dan telah sesuai SOP atau tidak? Apakah petugas medis telah dibekali SOP penanganan Covid- 19?,” tanya Yosrisal.

dr. Nelvi Annisa mengakui ruangan isolasi di Covid Center Puskesmas Sialang, Kecamatan Pulau Punjung, memang tidak layak untuk merawat pasien positif Covid 19.

“Ia benar, dan ruangannya berukuran 4×6 dengan empat kasur dan diisi 4 orang tampa sekat,” jawab dr Nelvi saat dikomfirmasi Awak media di Covid Center Sialang Kamis (30/4).

Katanya, pasien akan segera di pindahkan ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Terpisah Juru Bicara Penanganan Covid 19 Dharmasraya, dr. Rahmadian mengatakan, petugas medis tidak mungkin sering- sering ke dalam ruangan isolasi karena keterbatasan Alat Pelindung Diri ( APD). Di samping itu, mereka juga pasien orang tanpa gejala (OTG).

“Sejak hari pertama mereka dirawat, langsung mengontak saya. Apa yang mereka keluhkan langsung kita penuhi,” terang dr. Rahmadian.

Menurutnya, daerah yang sudah menyiapkan karantina di Padang dan Padang Panjang. Kalau mereka ditempatkan di sana, kasihan terlalu jauh dari keluarga.

” Kita selalu memikirkan mereka, walaupun kita juga tetap harus memotivasi petugas- petugas kita yang memang punya rasa takut dan itu manusiawi. Kita akan segera memindahkan mereka ke tempat yang baru,” pungkasnya. (Ard).