Lampung Timur, (RADARNEWS.ID) – PROYEK Bangunan Embung adalah waduk untuk menampung air di musim hujan dan kegunaannya untuk mengairi hamparan sawah di kala para petani akan tanam padi di waktu musim gadu Tahun.2019 atas nama Kelompok TANI (NGUDI REZEKI-red) yang beranggotakan 30 orang Yang menjadi ketua kelompak tani di desa Braja Asri Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur adalah (Warsito) itu sendiri dengan mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 Dari dinas pertanian kabupaten Lampung Timur senilai 120.000.000.(seratus dua puluh juta rupiah).
Namun dari hasil temuan (Lembaga Swadaya Masyarakat) LSM. Lampung.timur”EMBUNG yang di buat oleh Warsito diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, yang ber lokasi EMBUNG ada di kebun jeruk milik pribadinya jelas ketua LSM GERAMTARA Lampung timur pada hari Kamis (04/06/2020) di kediamannya.
Hasil konfirmasi pada Darusman selaku kepala desa Braja Asri membenarkan kalau ada pembangunan EMBUNG dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun 2019 didesanya, akan tetapi sampai brita ini diturunkan belum ada serah trima bangunan Embung tersebut apa lagi saya juga menduga Belum ada surat hibah dari warsito dalam bentuk apa pun sedangkan embung tersebut di lokasi tanah hak milik pribadi Warsito merupakan selaku ketua Gapoktan.
Masih dikatakan, Darusman,” bahwa ia pernah diceritakan dari salah satu staf nya mengenai bantuan proyek bangunan EMBUNG tersebut.akan tetapi bantuan DAK Bukan lah atas nama kelompok Tani (Ngudi Rezeki) tetapi atas nama kelompok tani SRI REZEKI jelas nya ke pada awak media.
Pada waktu pengerjaan embung tersebut dari pihak Rekanan Perusahaan CV Asri Jaya, mengunakankan alat berat dapat dari ngerental jenis (Exsapoktor) dalam pembuatan EMBUNG adalah selaku pemborong.”pembuatan EMBUNG dilokasi miliknya warsito, untuk pembuatan embung hanya menghabiskan dana senilai RP = 30.000,00 ( Tiga puluh juta rupiah ) jadi alhasil dalam pengerjaannya diduga tidak mengacu dari (Rencana Anggaran Belanja) RAB, sementara pembuatan EMBUNG sama sekali tidak bermanfaat bagi masyarakat petani setempat terkesan mubazir ungkap Wahidin. (Fad/Rd ).



