Beranda Daerah Kasus Kepala Desa Nahot Simbolon Sudah Terselesaikan Secara Kekeluargaan, Dilaporkan Kembali. Pernyataan...

Kasus Kepala Desa Nahot Simbolon Sudah Terselesaikan Secara Kekeluargaan, Dilaporkan Kembali. Pernyataan Korban Diduga Tidak Sesuai Dengan Hasil VER

409
BERBAGI

Humbang Hasundutan, (RADARNEWS.ID) -Terkait permasalahan yang dialami oleh Kepala desa Siambaton Pahae Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan, Nahot Simbolon bersama istrinya, terpaksa harus meredam di rutan polres Humbahas sebagai tahanan jaksa. Meskipun perdamaian tersebut telah dilakukan secara kekeluargaan antara pihak I dan pihak II diatas matrai dan ditanda tangani oleh saksi saksi dan juga Kasat Binmas Polsek Pakkat AIPTU. Affandi pada tanggal 17 November 2019, Peristiwa tersebut masih tetap di bawa ke Meja Pengadilan Negeri Tarutung.

Menurut masyarakat Siambaton yang pada saat melakukan aksi damai di Kejaksaan Negeri Kabupaten Humbang Hasundutan, 18 Mei 2020. Awal kejadian, Sabtu, 16 November 2019 pukul 23.00 . Koryarta Veronika Tumanggor (korban)  mendatangi rumah kepala desa dengan marah marah dan dengan suara berteriak-teriak, yang saat itu istri Nahot Simbolon berada dalam dirumah, sedangkan kepala desa tersebut lagi tidak berada dirumah.

Koryarta Veronika Tumanggor, langsung datang marah-marah dan meminta bantuan beras raskin kepada istri kepala desa, untuk diterimanya. Akibat hal tersebut istri kepala desa langsung mengusir KVT dari depan halaman rumahnya , dan menyuruh pulang, namun Koryarta tidak mempedulikannya.

Roma Adong Uli Manalu langsung memangil suaminya lewat anaknya, tidak lama kemudian kepala desa tiba di TKP, dan langsung menyuruh pergi sambil mendorongnya, tanpa terjatuh. Kejadian telah di videokan oleh tetangga Nahot Simbolon yang rumahnya tepat didepan rumah para terdakwa, yang bernama saksi Lely Asnawi dengan durasi videonya  1 (satu) menit 46 (empat puluh enam) detik, dan kejadian itu telah diviralkan di media sosial.”Selanjutnya korban pulang kerumah dan mengalami rasa sakit dibagian kepala dan perut.

Berawal Visum Et Repertum (VER) yang dikeluarkan pihak RSUD Dolok Sanggul oleh dr.Sri Dewi Sianturi pada tanggal 11 Februari 2020 no. 445/560/RSUD-DS/III/2020, atas permintaan tertulis Kasat Reskrim Polres Humbahas, JH. Tarigan dengan nomor. B/05/I/2020/Reskrim tanggal 29 Januari 2020″ maka disimpulkan bahwa pemeriksaan tubuh KVT dibagian kepala,pundak, punggung, perut, pinggang, kelamin, bokong, tidak ditemukan kelainan, sedangkan dibagian leher dan dada ada terdapat 3 (tiga) bagian luka yang sudah mengering, dan disimpul-kan penyebab diatas diduga akibat benturan benda keras dan tumpul.

Dari kejadian tersebut Kejaksaan Negeri Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara mengeluarkan surat perintah penahanan/pengalihan jenis penahanan tingkat penuntut no. PRINT-165/L.2.31/Eoh.2/05/2020″ Sebagaimana yang dimaksud Pasal 170 Subsi. Pasal 351 Ayat (1) Yo Pasal 55 KHUPidana.

Saat digelar sidang di Pengadilan Negeri Tarutung kelas II dengan Agenda Persidangan Pemeriksaan saksi tambahan dari penuntut umum Hendrik Tambunan.SH , Saksi I Lely Asnawi, Saksi II Yeseeun Tumanggor menyampaikan penjelasannya dihadapan hakim dan juga didepan pengacara terdakwa, bahwa kedua saksi yang melihat kejadian tersebut tidak sejalan dan tidak sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh Polres Humbahas. Saksi I mwnyampaikan bahwa Korban tidak terjatuh saat didorong oleh terdakwa, sedangkan saksi II menyampaikan terjatuh keparit saat didorong oleh terdakwa.

Akibat peristiwa tersebut, anak terdakwa Risti Simbolon salah satu mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia Medan Semester IV, terpaksa harus mengundurkan diri dari bangku kuliahnya hanya demi untuk menjaga adik adiknya yang masih kecil kecil.

Risti, mengharapkan agar kasus yang terjadi kepada kedua orang tuanya, dapat ditinjau ulang kebenarnya oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarutung demi untuk menegakan keadilan, khusus kepada orangtuanya. Ujar Risti dengan mengeluarkan air mata. (B.N).