Beranda Daerah Akibat Kerusakan Gunung Pi-Yuyan, Tuntutan Adat Desa Mea, Tidak Menutup Tuntutan Pihak...

Akibat Kerusakan Gunung Pi-Yuyan, Tuntutan Adat Desa Mea, Tidak Menutup Tuntutan Pihak Lain

622
BERBAGI

Muara Teweh,(RADARNEWS.ID)-Viral di beberapa media atas terjadinya pengrusakan Gunung Pi-Yuyan di wilayah Desa Mea, Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, di Kalimantan Tengah

Jaya Pura selaku kepala desa membenarkan kejadian tersebut bahkan hari ini Senin, 27 Juli 2020, Kami telah mengirim surat tuntutan adat ke Pemilik Perusahaan yang bergerak di bagian Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. INDEXIM UTAMA Ujarnya.

Tuntutan adat tersebut sudah sesuai dengan ketentuan adat istiadat setempat, dalam proses tuntutan juga kami didampingi oleh beberapa lembaga adat yang berada di kabupaten barito utara seperti Aman, Gerdayak, Pordayak dan Pepedayak. Imbuhnya

Kami berharap adanya tanggapan perusahan untuk merealisasi tuntutan adat tersebut dan bukan hanya itu selain dari rebuisasi perusahaan dan pemerintahan juga harus mencabut perijinan RKT keseluruhan yang berada di wilayah hutan sakral bukan hanya di gunung Lumut dan Pi-yuyan, gunung Panyanteau dan Gunung serta gunung lainya bahkan termasuk wilayah batu Jura Empa, yang disakralkan oleh umat Kaharingan sejak nenek moyang terdahulu.

Tuntutan yang sudah kami ajukan tidak menutup kemungkinan apabila ada tuntutan dari pihak lain, atau Sub suku lain, kerna Kaharingan berada dimana-mana, ada di Kalimantan Timur, Kalimantan, barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah Dll, begitu juga Sub Sukunya, karena kami hanya menuntut sesuai dengan kewenangan wilayah desa kami saja. kata Jaya Pura

Ditempat lain saat mendampingi Imvestigasi Tim Ikatan Wartawan Online (IWO) Barut, Jurmain selaku tokoh masyarakat dan sekaligus selaku ketua Dewan Adat Dayak DAD dari wilayah Barito Selatan juga menyampaikan hal yang serupa, bahwa mereka masyarakat Dusun ma’ayan bagian Paju Epat bagi yang beragama hindu kaharingan setalah meninggal Roh Nenek Moyang mereka juga di yakini tinggal di Gunung Lumut dengan melewati Gunung Pi-Yuyan yang di antar pelaksanaanya melalui acara Ijambe, maka atas kejadian tersebut tidak menutup kemungkinan semua pihak dari beberapa penjuru akan menuntut apabila benar telah terjadi kerusakan Gunung Pi-yuyan. Kata Jurmain.

(HERTOSI).