Beranda Daerah Diduga Mar’up Anggaran,Warga Pertanyakan Kegiatan Pembangunan Tiyuh Indraloka Satu

Diduga Mar’up Anggaran,Warga Pertanyakan Kegiatan Pembangunan Tiyuh Indraloka Satu

108
BERBAGI

Tulang Bawang Barat, (RADARNEWS ID)-Dalam Peraturan Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2020 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1012) diubah sebagai berikut:
Pasal  1 ayat 2.Dana desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota dan di gunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.
Ayat 14.Pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.
Ayat 20.Prioritas pembangunan dana desa adalah pilihan kegiatan yang didahulukan dan diutamakan daripada pilihan kegiatan lainnya untuk dibiayai dengan dana desa.Rabu(19/08/2020)

Tapi apa¬† yang terjadi di Tiyuh Indraloka Satu Kecamatan Way Kenangan Kabupaten Tulan Bawang Barat yang diantaranya melakukan kegiatan pembuatan pasar,gorong-gorong,gorong-gorong cor palt dll yang menelan anggaran cukup fantastis tapi tidak sesuai dengan hasilnya,kuat dugaan dalam kegiatan tersebut ada indikasi Mar’up Anggaran.

Hal inilah yang membuat beberapa masyarakat tiyuh Indraloka satu mengeluh selain anggaranya yang besar hasil dan manfaatnya pun di nilai kurang bagi masyarakat tiyuh itu sendiri

“Iya pak,pasar ini dibuat tahun kemarin (2019) dengan anggaran yang cukup besar,kalau gak salah hampir satu milyar,terus kalau gorong-gorong dibuat tahun ini,itu ada papan informasinya”

“Kami sebenarnya sudah lama ingin mempertanyakan tentang semua kegiatan pembangunan di tiyuh ini,karna kami nilai banyak kegiatan yang dibangun kurang bermanfaat bagi masyarakat,apalagi kegiatan pembangunan pasar yang anggarannya besar dan sampai sekarang pasar tersebut belum di tempati”Jelas MJ saat melintas.

Lebih lanjut MJ menambahkan;
“Kami sangat menyangkan dengan kegiatan-kegiatan pembangunan tersebut yang kami nilai kurang bermanfaat bagi masyarakat banyak,padahal masih banyak kegiatan pembangunan di tiyuh ini yang mesti dibangun yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak”

Dengan nilai/pagu anggaran yang besar dan manfaatnya yang kurang bagi masyarakat hal tersebut yang menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat,selain kegiatan pembangunan pasar yang dikerjakan dari tahun 2019 sampai sekarang belum juga di bisa tempati dan kegiatan pembangunan gorong-gorong yang kuat dugaan kami dalam kegiatan tersebut ada Mar’up Anggaran,karena dengan anggaran yang besar tapi dengan hasil kegiatan yang kurang maksimal.

Dalam hal ini kami berharap kepada pihak pemerintah kabupaten tulang bawang barat khususnya dinas yang membidanginya dan wabil khusus untuk inspektorat agar bisa turun langsung ke Tiyuh Indraloka Satu guna mengkroscek kegiatan pembangunan tersebut yang kami duga kuat ada indikasi Mar’up Anggaran.

Sampai berita ini diterbitkan kepalo tiyuh Indraloka Satu,sekretaris tiyuh dan tim pelaksana kegiatan (TPK) belum juga bisa dikonfirmasi.Bersambung…(Rach/red).