Beranda Daerah Fenomena Penemuan Tumpukan Buih Di Sijunjung. Hasil Pemeriksaan Gas Detector, CO dan...

Fenomena Penemuan Tumpukan Buih Di Sijunjung. Hasil Pemeriksaan Gas Detector, CO dan H2S Nol

529
BERBAGI

SIJUNJUNG ,(RADARNEWS.ID)-Tumpukan buih berwarna putih secara tiba-tiba mengundang perhatian warga Bukik Gombak, Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung pada Kamis (10/9). Sontak saja, fenomena langka itupun mengagetkan masyarakat sehingga beramai-ramai mengunjungi lokasi penemuan yang berada di perkebunan warga tersebut.

Informasi begitu cepat menyebar, hingga warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Koto VII. Karena khawatir tumpukan buih yang belum diketahui sumber dan penyebabnya tersebut bisa saja membahayakan, serta mencegah hal lainnya yang mungkin terjadi.

Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan melalui Kasubag Humas Iptu Nasrul Nurdin membenarkan hal itu. Polisi langsung membatasi lokasi penemuan dengan memasangi police line. “Kita amankan dulu masyarakat setempat dengan memasangi pilice line, karena kita belum tahu apa dan penyebabnya. Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati,” tuturnya Kamis (10/9).

Menanyakan hal tersebut, Kepala Dinas Perkim-LH Kabupaten Sijunjung, Riki Maineldi Neri melalui Sekretaris, Dainis mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk mengambil sampel buih yang ditemukan. “Tadi petugas dari labor lingkungan hidup sudah turun ke lokasi untuk mengambil sampel. Selanjutnya akan dibawa ke Padang untuk diteliti. Kita belum tahu apa dan dugaannya penemuan buih tersebut, hingga keluar hasil labornya nanti,” jelas Dainis, saat dihubungi.

Mengingat lokasi penemuan buih tersebut yang juga berada tidak terlalu jauh dari lokasi aktifitas eksplorasi migas yang dilakukan perusahaan PT. Rizki Bukit Barisan Energy (RBBE). Fairuz selaku Field Head perusahaan tersebut mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk pengecekan. “Fenemone biasa sebetulnya, cuma saya belum bisa komentar banyak, karena belum punya data terkait itu. Sudah dicek sama petugas ke lokasi penemuan tadi,” ujarnya kepada media.

Pihaknya juga mengatakan bahwa fenomena buih tersebut juga tidak berkaitan dengan aktifitas migas yang dilakukan perusahaan. “Gak ada. Dari hasil pemeriksaan gas detector, CO karbon monoksida nilainya 0. H2S gas belerang nilainya 0. O2, oksigen nilainya 20 ppm,” sebutnya melalui pesan singkat Whatsapp.

Dikatakannya, CO karbon moniksida dan H2S gas belerang adalah gas yang berbahaya. Namun tidak ditemukan kandungan tersebut pada buih. Dari hasil pemeriksaan gas detector mengatakan hasilnya 0.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati hingga hasil dari labor lingkungan hidup dikeluarkan. Sehingga bisa dideteksi apa, penyebab dan berbahaya atau tidak terhadap lingkungan.

(the)