Lampung Timur, (radarnews.id)-Menanggapi pemberitaan oleh tim awak media ini tentang masalah program proyek Pembangunan lataston ruas jalan alternatif di Kecamatan Batanghari Nuban menuju Kecamatan Pekalongan Lampung Timur yang tidak papan I formasi,belum lama selesai di bangun sudah rusak. Padahal, jalan yang dianggar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ,Lampung Timur tahun 2020 itu baru saja selesai dibangun dua bulan lalu.
Begini kata ,So’im selaku Camat Batanghari Nuban Lampung Timur mengaku, sangat menyayangkan dan prihatin terhadap kualitas jalan tersebut.karena sudah mulai rusak
“Saya selaku Camat Batanghari Nuban sangat menyayangkan dan prihatin terhadap kualitas pembangunan ruas jalan alternatif.Padahal jika bagus kita bisa cepat menuju Kecamatan Pekalongan lewat dalam.Sebab jalan jalan itu baru selesai dua bulan lalu tetapi sudah rusak,”ungkap Soim di ruang kerjanay Senin (09/11 ).
Menurutnya, kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang dikucurkan pemerintah. Pasalnya,diperkirakan anggaran tersebut mencapai ratusan juta rupiah,panjang mencapai 1.500 meter tetapi kualitas jalan tidak seperti harapan pemerintah dan masyarakat.
” Pada saat mau Mulai kerja dan sesudah kerja pun kami tidak ada surat pemberitahuan dari fihak rekanan atau pemborong yang nama surat tembusan ke kecamatan Batanghari Nuban,siapa rekanan yang mengerjakan proyek jalan itu.Inikan dana anggaran besar dan masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan dan belum ada serah terima dari rekanan ke dinas PU ,saya harap pihak rekanan agar segera memperbaikinya kembali sebelum jalan itu bertambah rusak dan semakin parah “, harapnya.
Banyaknya temuan terkait buruknya hasil pekerjaan,diharapkan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Timur, turun ke lapangan untuk mengecek seluruh hasil pekerjaan sebelum melaksanakan proses pembayaran.Sehingga hasil pekerjaan tersebut benar – benar dapat dipertanggung jawabkan dan dinikmati oleh masyarakat khususnya di Lampung Timur tandas so’im.
Selanjutnya,Pihak Media mengalami kesulitan Ingin Komfirmasi ke Kadis dinas PUPR Lamtim karna jarang ngantor, terkesan menghindar.
(TIM).



