Beranda Daerah Status Zona Merah Menjadi Penyebab KBM Metro Di Tunda

Status Zona Merah Menjadi Penyebab KBM Metro Di Tunda

268
BERBAGI

Metro, Lampung, (Radarnews.id)- Pemerintah Kota l Metro memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) Tatap Muka ditunda hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Hal tersebut setelah Kota Metro kembali dinyatakan berstatus zona merah Covid-19.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo mengatakan, rencana pemberlakuan KBM tatap muka kini menjadi pembahasan dan masih dalam pertimbangan.

“Jadi intinya terkait dengan KBM masih dalam tahap pembahasan sesuai dengan ketentuan, dan nanti akan kita umumkan KBM atau tidak. Karena, sebelum melakukan KBM yang harus dilakukan pertama adalah, utamakan keselamatan dan kesehatan,” jelas Bangkit saat dikonfirmasi Radarnews.id di Pemkot Metro, Rabu (18/8/2021).

Bangkit meminta di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan sosialisasi terlebih dahulu prihal KBM kepada masyarakat. Selain itu, Sekda juga meminta pihak sekolah membentuk tim satuan tugas (Satgas) Covid-19 di sekolah masing masing.

“Yang kedua bentuk tim Satgas Covid-19 di sekolah dengan SK ditandatangani oleh kepala sekolah. Kemudian lakukan sosialisasi dengan warga sekolah dan masyarakat di luar seperti wali murid.

Kemudian dilakukan simulasi yang nantinya akan dilakukan oleh satgas Covid-19 Kota Metro. Berdasarkan itu, nanti akan rapat kembali lalu diputuskan,” kata dia.

Tak hanya itu, sebelum KBM akan diberlakukan, Sekda menginstruksikan Kepala Disdikbud Metro untuk berkoordinasi dengan seluruh kecamatan lainnya di Metro prihal kesiapan KBM.

“Lalu lihat daerah lain dulu, ada tidak yang melaksanakan KBM. Jangan Metro duluan, yang lain belum malah terkonfirmasi di sekolah. Itu membahayakan. Kepala dinas pendidikan kita minta untuk melihat dulu di daerah-daerah lain, apakah ada yang sudah melaksanakan KBM. Kalau memang sudah ayok kita berangkat,” paparnya.

Sekda mengatakan bahwa pihaknya kini tengah mempertimbangkan rencana dimulainya KBM tatap muka di sekolah. Pemerintah juga tengah mempersiapkan fakta Integritas pada masing-masing kepala sekolah yang sanggup menggelar KBM Tatap Muka.

“Kita harus benar-benar hati-hati menerapkan KBM, jangan sampai kita berlakukan malah anak ada yang terpapar di sekolah. Yang terpenting harus ada fakta Integritas dari kepala sekolah yang sanggup memulainya,” ungkapnya.

Meski begitu, Bangkit meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka tidak buru-buru digelar. Hal tersebut guna mengantisipasi cluster baru yang dapat muncul disekolah.

“Kalau dari saya pribadi, jangan buru-buru dulu lah untuk melaksanakan KBM. Harus dipelajari betul kondisi di Metro ini, dari vaksin Metro tertinggi di provinsi Lampung tapi tetap kita harus antisipasi persiapan sekolah seperti apa, apakah gurunya sudah divaksin semua, kan ada yang belum,” pungkas Sekda Bangkit.

(Krisna).