Beranda Daerah HEARING KOMISI I DPRD METRO TERKAIT BANJIR DI KELURAHAN YOSOREJO

HEARING KOMISI I DPRD METRO TERKAIT BANJIR DI KELURAHAN YOSOREJO

235
BERBAGI

Metro, Lampung,(Radarnews.id)-Persoalan banjir yang menghantui warga Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, tepatnya di RT 28 RW 08 dan RT 35 RW 09, DPRD Kota Metro, melalui Komisi I menggelar hearing bersama Perwakilan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD).

Hearing berlangsung di Ruang Rapat gedung DPRD setempat, dipimpin langsung Ketua Komisi 1 didampingi Sekretaris Amrullah Sofwan dan jajaran anggota LAINNYA.

Hadir langsung juga mewakili TKPRD, Kepala Dinas PUTR, Irianto Marhasan, Kepala Dinas PTSP Edy Pakar, Asisten II Setda Kota Metro Yeri Ehwan dan perwakilan teknis TKPRD lainnya pada Senin, 06 Sepember 2021 kemarin. Pada hearing terbuka tersebut,

Mereka memfokuskan pembahasan pada persoalan banjir yang harus segera di selesaikan yang terjadi setiap musim hujan di Kota pendidikan tersebut, titik fokus di awali di wilayah Yosorejo.

Seperti dijelaskan Amrullah Sofwan, soal banjir tersebut harus segera di selesaikan. Persoalan biaya Dirinya ber harap dapat segerakan dicarikan, bisa APBD atau minta ke Pusat dan harus segera dilaksanakan. Sementara itu Kepala dinas PUTR Irianto Marhasan mengakui Pemerintah Kota Metro menyiapkan anggaran lebih kurang sebesar Rp.400 Juta, terbagi untuk kegiaan normalisasi DAS dan drainase sebesar Rp 200 Juta serta infrastruktur lain Rp.200 Juta.

Sementara sisanya, belum dapat di pastikan. Karena anggarannya pun masih akan dicarikan. Demikian penjelasan Kepala Dinas PUTR, Irianto Marhasan, yang pasti menurutnya pada APBD Perubahan 2021, akan dilaksanakan normalisasi tersebut dan akan berlanjut pada tahun anggaran 2022 mendatang.

Di tegaskan juga oleh anggota Komisi I, Indra Jaya menyoroti soal pelanggaran yang tentunya harus di tindak tegas. Usai hearing, Kepala Dinas PUTR, Irianto Marhasan enggan memberikan komentar saat diwawancara para jurnalis dan berlalu pergi meninggalkan kerumunan jurnalis.

Dilain pihak, Asisten II Setdakot Metro, Yeri Ehwan menjelaskan, persoalan banjir khususnya di Kelurahan Yosorejo akan segera di laksanakan pembenahan, Pihaknya akan mempersiapkan anggaran yang dibutuhkan dan akan disiapkan pada APBD Perubahan 2021 ini.

Secara rinci menurutnya nantinya Tim teknis Dinas PUTR akan turun ke lokasi melakukan evaluasi guna mengetahui pasti kondisi lapangan guna menentukan besaran anggaran yang diperlukan.

Menyinggung soal dampak banjir yang terjadi di Kelurahan Yosorejo akibat menyempitnya ruang DAS dalam perkotaan, akibat adanya bangunan Taman Edukasi diduga melanggar tata ruang dan, Pemkot akan mencar yang menjadi akar permasalahan banjir tersebut.

Tak satupun pihak perwakilan TKPRD yang mau memberikan komentar, masing masingnya berlalu pergi menghindari kerumunan jurnalis.
Perlu diketahui, langkah perbaikan atau normalisasi DAS yang membentang di Kelurahan Yosorejo Iringmulyo, bukanlah solusi efektif, sebelum akar permasalahan penyebab banjir di dua lingkungan Kelurahan Yosorejo, tidak di tuntaskan terlebih dahulu yakni pembongkaran atas bangunan taman edukasi yang melanggar tata ruang dan DAS dalam perkotaan.

Mengenai hal ini, pihak TKPRD Kota Metro lah yang bertanggungjawab penuh atas terbitnya perizinan terhadap bangunan taman edukasi yang jelas melanggar tata ruang dan DAS dalam perkotaan. saat ini masih menimbulkan polemik, dampak banjir akan terus dirasakan warga RT 28 RW 08 dan warga RT 35 RW 09, Kelurahan Yosorejo. Persoalan ini belum ada tanda tanda dari pihak pemerintah bersama pihak DPRD mengambil langkah tegas atas dugaan pelanggaran bangunan taman edukasi tersebut.

Padahal jelas permasalahannya utama banjir, dampak dari menyempitnya DAS yang membentang di dua Kelurahan (Yosorejo-Iringmulyo) akibat pembangunan taman edukasi yang memakan ruang DAS sisi Kiri dan Kanan serta dibangun permanen (tutup cor) dan membangun gazebo, yang diketahui, dinding DAS hanya berjarak lebih kurang 60 Cm dari bibir dinding kolam renang taman edukasi.

Selain dari itu, terdapat bangunan cor dan pagar permanen sepanjang dinding DAS dan dan tempat berdiriny tower air dan beberapa bangunan interior penghias taman edukasi tersebut.

(Krisna).