Lampung timur,(radarnews.id)-Amir Faisol, SH ketua Laskar Merah Putih MACAB Lampung Timur turun ke lokasi Bangunan Proyek untuk Mengecek Hasil Pekerjaan Proyek jalan Bumi Jawa ke Purbolinggo. Pengecekan nya fokus di ketebalan dan banyak nya hasil pekerjaan yang sudah rusak kembali,senin (27/12/2021) . 
Selain itu Amir Faisol juga mengambil material yang sudah pada tabur/rusak untuk melakukan uji laboratorium terkait mutu dan kualitas material yang di gunakan.
Nampak jelas di lokasi dalam pelaksanaan pekerjaan proyek jalan Bumi Jawa menuju ke Purbolinggo ini menelan anggaran 10 milyar lebih yang anggaran nya di peroleh dari Dana alokasi Khusus yang terkesan Amburadul.
Menurut Amir, banyak pihak yang harus bertanggung jawab atas pekerjaan proyek itu, diantara nya Adalah PPTK sebagai pelaksana teknis kegiatan, PPK sebagai pejabat pembuat komitmen, konsultan pengawas yang bertugas mengawasi pelaksanaan pekerjaan proyek, dan pengguna anggaran terkait efektivitas penggunaan anggaran.karna kondisi dari hasil bangunan tersebut hasilnya terkesan amburadul dan anehnya lagi kok bisa cair.
Padahal dari pelaksanaan pekerjaan proyek itu tidak semua kesalahan di tumpukan kepada pihak pelaksana karna semua yang terlibat di pekerjaan itu menggunakan anggaran dari pemerintah tentu ada aturan.
Dari hasil pantauan di lokasi bisa di katakan rata2 ketebalan bangunan baik itu aspal atau rigid betton di bawah standar atau tidak mengacu dari Spek.
Maka material yang sudah tabur atau mengelupas di ambil guna untuk mengetahui seperti apa kualitas dan mutunya, dan untuk itu perlu di ketahui semua pengadaan barang dan jasa pemerintah Yang ada di NKRI ini ada aturannya dan mengacu dari Rencana Anggaran Belanja (RAB) , supaya sesuai dengan standarisasi yaitu standar nasional Indonesia (SNI).
Setelah selesai proses pendataan, kami akan melaporkan kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dan meminta (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) BPKP baik itu dari Pusat atau Daerah untuk dapat mengaudit semua pekerjaan proyek yang ada di kabupaten Lamtim yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut di karna kan ada beberapa hasil pekerjaan proyek lagi dalam hitungan hari sudah mengalami rusak jadi terkesan proyek tersebut dikerjakan asal asalan.
Masih di katakan Amir,Padahal berita radar news TV sebelum nya Proyek tersebut pernah di soal oleh komisi III DPRD lamtim karna dalam pengerjaan tidak sesuai dengan spek atau (RAB) berdasarkan dari protes warga dan pengawasan warga langsung di lokasi dari awal pengerjaan tidak menggunakan Vibro roller atau yang juga dinamakan vibratory roller adalah alat berat yang digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pemadatan tanah terlebih dahulu,dan Selain itu tidak terpasang plang.
Tambah amir,padahal sudah bertahun tahun masyarakat menanti adanya pembangunan ini yang sudah lama rusak, namun di sayangkan dari hasil bangunan nya membuat masyarakat setempat kecewa.terbukti apa yang di sampaikan beberapa waktu yang lalu di lokasi,adapun ada masa pemeliharaan tetap saja tidak akan bertahan lama pada bangunan tersebut di pastikan dalam waktu dekat akan mengalami rusak kembali sepertinsebelum di bangun tutup Amir.
(Krisna).



